News / Aktual

Angka Perceraian Meningkat, Janda Muda di Bojonegoro Bertambah

Angka Perceraian Meningkat, Janda Muda di Bojonegoro Bertambah

Aktual - Kasus Cerai dimasa Pandemi Covid-19 di Bojonegoro terus meningkat membuat prihatin para orang tua, Rabu (18/11/2020).

 

Bojonegoro. Katusba.com

Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro mencatat awal Januari hingga November 2020 terjadi kasus perceraian 3.197 orang, terjadi peningkatan yang signifikan dibanding November 2019, total ada 2.808 perkara perceraian.

 

Dari jumlah tersebut 80% di antaranya masuk kategori janda berusia muda yaitu kisaran umur dibawah 35 tahun.

 

Tingginya angka perceraian pasangan muda  tersebut di sebabkan oleh beberapa hal, diantaranya faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan juga rendahnya pendidikan suami istri saat membina rumah tangga.

 

"Rata-rata perkara pengajuan perceraian itu dialami oleh Pasangan suami Istri (Pasutri) yang usianya dibawah 30 tahun," kata Ketua Panitera PA Bojonegoro, Solikin Jamik. Rabu (18/11/2020).

Minimnya faktor pendidikan dari kedua pasangan menjadi penyebab tingginya angka perceraian.

Solikin berharap perlu dilakukan pembinaan bagi calon pasangan pengantin secara intens, faktor pendidikan  menjadi penentu dalam membina rumah tangga ideal, karena di dalamnya sangat berpengaruh terhadap pengetahuan hingga pengalaman dengan harapan bisa mengurangi kasus perceraian dini.

Keterangannya,

"Rata-rata pasutri itu lulusan SD dan SMP, semakin rendah pendidikan, semakin rentan juga pasutri bercerai," pungkas Solikin.(*)

 

Reporter: Eko PJ

Partner Ads Neo Katusba

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!