News / Aktual

Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Koto Baru Merangin, Kabur Dari Desa

Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Koto Baru Merangin, Kabur Dari Desa

Aktual - Merangin - Ditengah majunya jaman di negeri ini, bukan berarti kita tidak memiliki adat istiadat, Kades(Kepala Desa) bergelar Pemangku Adat, lantas sanksi apa yang pantas jika Pemangku Adat yang berulah.

Tidak seharusnya seorang kades menodai kehormatan dirinya hanya demi ego dan uang, bukanlah uang itu uang negara untuk kesejahteraan masyarakat.

Gargani,  siapa tak kenal dengan Kepala Desa Koto Baru, Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Akibat ulahnya, kades ini sering disorot media, mulai dipolisikan warga desanya sendiri, bahkan pernah di proses dan ditahan Polisi Merangin atas  kepemilikan senpi sejenis softgun.

Ketidak transparansi penggunaan dana desa dan penyaluran dana BLT DD juga menjadi berita hangat ditengah masyarakat desa, mereka menduga Kades Gargani dinilai tidak Transparan Mengelola keuangan Desa.

Tercatat  pada Kamis 22/12/2016 silam ditahan akibat Kantongi senpi sejenis Softgun yang dibawanya ketika hendak menghadiri sidang Paripurna di DPRD Merangin menyeret Kades Gargani berursan dengan pihak penegak hukum Polres Merangin.

Baru-baru ini pada tanggal 7/2/2021 Kades Gargani kembali berbuat ulah lagi,  dugaan kali ini Dana Desa Ratusan juta rupiah Anggaran tahun 2020 juga digelapkannya mulai mencuat kepermukaan.

Menindak lanjuti adanya dugaan penyelewengan dana desa oleh Kades Gargani, pada tanggal 31/1/21 BPD setempat giat melakukan musyawarah bersama masyarakat desa dan akhirnya membuat sebuah Keputusan bahwa akan mengundang kepala desa secara resmi dengan cara kedinasan.

Kendati demikian undangan tersebut tetap tak di indahkan oleh kades,

Warga sebut Kades Gargani mangkir dari undangan bersifat penting dari BPD.

Dalam musyawarah bersama, satu persatu Item pembangunan yang tak terleksana diduga fiktif muncul ke tengah masyarakat, sehingga menjadi sebuah pertanyaan besar.

"Pengadaan lampu PLTS senilai 100 juta rupiah, hal serupa juga terjadi pada proyek Jalan Usaha Tani (JUT) dengan nilai 120 juta rupiah  juga ikut tidak jelas," Ungkap Masyarakat yang tidak mau disebut namanya.

"Tak cukup disini saja,(uang) 50 juta rupiah dana yang di anggarkan untuk BUMDES juga tak tau arahnya,"sambungnya.

Dikatakan salah satu Anggota (KTI) Karang Taruna Indonesia Desa Koto Baru, dana 50 juta Rupiah itu sudah jelas peruntukannya untuk beli alat Musik Organ Tunggal untuk (KTI) Karang Taruna Indonesia, Desa Koto Baru, Kec Jangkat Timur.

"Dana yang direncanakan untuk membeli alat musik Organ Tunggal, juga belum dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat maupun KTI, seperti siluman, namanya ada beserta anggarannya, tetapi wujudnya tidak ada, " Katanya.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler Kades Gargani, membenarkan hal tersebut, "Ya kalau soal PLTS saya sudah dipanggil Polda Jambi untuk kesaksian, karena barang tersebut telah kami bayar," ucap Kades.

"Namun adapula yang mengatas namakan Ketua Forum ini yang harus saya selesaikan keluar kota saat ini, nanti saya pulang saya kabari lewat telepon,"jelas Kades.

Ketika disinggung soal BUMDES 50 juta untuk beli alat musik Organ Tunggal, Kades Gargani juga bilang barangnya sudah dibayar namun hingga kini barangnya belum datang.

"Tunggu saja saya masih ke Kota Bangko, biar lebih jelas dan detail, kalau dalam telpon banyak kurang jelas,"Pungkas Kades.

Demi untuk mendapatkan Informasi data dan Fakta yang akurat dari Kepala Desa untuk sajian berita yang berimbang Media ini mencoba untuk selalu korperatif.

Kepala Desa Gargani cacat dalam berjanji, selalu besok, besoknya lagi ucapannya tak bisa di percaya, di telpon terkesan mengabaikan panggilan masuk dari Media ini, ketika Berita ini di Publish Kades belum memberi keterangannya terkait dugaan Penyelewengan ratusan juta dana desa yang di sangkakan warga desa padanya.

"BPD saat ini tengah merencanakan keberangkatan ke Kota Bangko untuk melaporkan hal tersebut kepihak yang berkompeten, Sebab telah lama kami menunggu niat baik kades supaya hadir didepan kami bersama masyarakat, tapi  hingga kini Kades Gargani enatah dimana rimbanya dan menghilang dari Desa Koto Baru, Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin,' Ujar sumber.

Reporter : GN

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!