News / Aktual

Kades Minta ADD Tak Dipangkas

Kades Minta ADD Tak Dipangkas

Aktual - BOJONEGORO – Adanya surat Sekretariat Daerah Bojonegoro Nomor: 9001/1990/412.304/2021 yang ditandatangani Sekretaris Daerah perihal  perubahan prognosa penerimaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang di estimasikan menurun sebesar 6,2 M disayangkan banyak kepala desa. Pasalnya prognosa penurunan itu bertentangan dengan Perda dan Perbup Bojonegoro no 32 tahun 2015.

Kepala Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo,Bambang Gunawan kepada media mengatakan apabila ADD yang dikucurkan ke setiap desa dipangkas bakal berpengaruh pada keberlanjutan berbagai program kegiatan dan  penanganan pandemi Covid - 19. Selama ini, ADD menjadi sumber anggaran yang digunakan untuk membiayai program-program kegiatan desa.

“Jelas sangat merugikan desa karena mengacaukan program kegiatan yang bakal dikerjakan. Program kegiatan disusun pada awal tahun, sekarang hanya tinggal eksekusi,” kata dia, saat berjumpa awak media , Minggu (15/8/2021).

Lebih lanjut, Bambang menegaskan jika ADD merupakan salah satu sumber pendapatan bagi desa yang menjadi sumber utama dalam pengalokasian belanja diantaranya adalah untuk siltap dan tunjangan kades dan perangkat desa, tunjangan dan operasional BPD, Operasional pemerintahan desa dan honor RT/RW.

"Itu artinya pemerintah desa harus merubah besaran ADD-nya yang sudah di jabarkan dalam APBDesa dan menjadi penghasilan tetap pemerintah desa, baik Kades, Perangkat Desa hingga kebutuhan desa lainnya," sambung Bambang.

"Dan lebih tidak pas lagi disaat pandemi Covid -19 ini yang notabene kades dan perangkat desa diforsir menjadi ujung tombak penanganan Covid 19 ,dengan kata lain kewajiban tambah namun kesejahteraannya dikurangi," pungkasnya. (EPJ) 

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!