News / Aktual

Menyongsong Kelahiran Forum Kader Bela Negara (FKBN) Korwil Jawa Tengah

Menyongsong Kelahiran Forum Kader Bela Negara (FKBN) Korwil Jawa Tengah

Aktual - Semarang - Situasi yang terbentuk karena latar belakang perbedaan politik maupun ideologi yang berakibat pada tumbuhnya polarisasi masyarakat, serta sudut pandang politik dan ideologi yang berbeda semakin mudah menimbulkan bibit permusuhan antar kelompok masyarakat.

 

Menyikapi situasi yang demikian Pemegang Mandat berdirinya Forum Kader Bela Negara  (FKBN) Korwil Jawa Tengah ,  Rama panggilan sehari hari, aktivis Muhamadiyah yang pernah malang melintang dalam beberapa ormas kepemudaan di kota Semarang, mengambil peran paling depan untuk menggagas lahirnya FKBN  Korwil Jateng.

 

Pada saat ditemui dikantor sekretariat FKBN Korwil Jateng, yang beralamat di Jalan Telaga Bodas. No. 19A. 2 Gajah Mungkur Semarang. Reporter diterima oleh Rama dan Untung Budiarso. Semarang, Selasa 29 Juni 2021

 

Untung Budiarsio, menyampaikan

" Melalui diskusi dengan berbagai tokoh akademik, politik dan pejuang serta aktivis kemanusiaan dan hukum serta beberapa tokoh aktivis perempuan Pak Rama berhasil menghimpun potensi tersebut dalam sebuah wadah FKBN.

Berhimpunya tokoh Pergerakan seperti Pak Yusuf anggota dewan, Pak Masrukhi akademisi, Pak Marsono aktivis buruh, Ibu Tutiek akademisi, Pak Totok mantan birokrat nasional serta beberapa tokoh yang lain, tentu akan bisa memperkuat barisan FKBN Jateng dalam mewujudkan tujuan organisasi."

 

Mencermati dinamika sosial yang terjadi beberapa tahun terakhir ini dimana terjadi kelompok masyarakat dengan identitasnya masing masing yang saling berhadap hadapan dan berpotensi terjadinya perpecahan persatuan dan kesatuan.

 

Melihat dinamika masyarakat  yang seperti ini, perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Terlebih lagi konfigurasi masyarakat Indonesia yang sangat plural,  memberikan tantangan khusus dalam menangani berbagai dinamika sosial tersebut.

 

Benturan perbedaan sudut pandang yang terjadi terus menerus dengan eskalasi yang semakin meningkat dapat membahayakan eksistensi Indonesia sebagai sebuah negara dan bangsa.

 

Situasi tersebut sering diperburuk dengan munculnya hoaks dan informasi menyesatkan sehingga memposisikan masyarakat pada dua kutub bersebarangan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Untung Budiarso mengakhiri penjelasannya, dan memohon dukungan seluruh lapisan masyarakat agar Persatuan dan Kesatuan Bangsa, NKRI, Pancasila dan UUD45 selalu dijaga.

 

Semoga kelahiran FKBN Jawa Tengah akan bisa memberikan kontribusi pemikiran dalam menghadapi  cara berfikir masyarakat yang semakin dinamis. (Beni)

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!