News / Aktual

Ngaku Pengurus Al Zaytun dan Janjikan Duit Miliaran, Ternyata Ini yang Terjadi!

Ngaku Pengurus Al Zaytun dan Janjikan Duit Miliaran, Ternyata Ini yang Terjadi!

Aktual - Nama besar Pondok Pesantren Al Zaytun telah dimanfaatkan oleh segelintir oknum yang mengaku-ngaku sebagai pengurus Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.

Oknum ini bernama Apong, warga Kecamatan Wado, dan dua orang lainnya yang mengaku bernama H. Muzi dan Tubagus. Ketiga orang ini menjanjikan pinjaman pembiayaan proyek sebesar 60 miliar rupiah pada warga Kecamatan Sumedang, Jawa Barat, berinisial IR.

Mulanya, Apong aktif menghubungi IR, dan minta kelengkapan berkas berupa SPK (Surat Perintah Kerja), foto kopi KTP, dan lain-lain. Juga minta uang administrasi sebesar 2 juta rupiah.

Dua minggu kemudian, surveyor yang mengaku dari Al Zaytun, lengkap dengan mobil operasional bertuliskan Ponpes Al Zaytun datang ke kediaman IR.

Namun, janji Apong yang akan mencairkan dana sebesar 60 miliar itu tak kunjung terealisasi. Bahkan setelah 1 bulan, Apong minta tambahan biaya sebesar 20 juta rupiah. Namun IR yang mulai curiga ada yang tidak beres, tidak memberikan uang sejumlah itu.

"Saya minta dia sendiri yang cari dana talang sebesar 20 juta itu," kata IR, Jumat (26/6).

Dua minggu kemudian, Apong minta tambahan 15 juta lagi.

"Dia bilang minta 15 juta lagi, katanya untuk orang dalam," sebut IR.

Namun IR yang sudah curiga enggan memberikan uang senilai itu, dan protes lantaran pinjaman yang dijanjikan tak kunjung cair. Apong pun memberikan nomor Tubagus, dan minta IR menghubungi langsung Tubagus yang disebut-sebut sebagai pemilik dana.

Lagi-lagi, oleh Tubagus IR dimintai dokumen. Selanjutnya, IR mendatangi Tubagus ke Indramayu.

Namun Tubagus bersikeras tak mau menerima IR di Ponpes Al Zaytun, dan minta IR menemui di rumahnya, tanpa memberikan alamat jelas.

Yang terjadi kemudian, Tubagus dan Muzi mempermainkan IR, dan minta IR menunggu di Kompleks Pertamina Indramayu. Setelah 4 jam menunggu, IR malah disuruh pindah lokasi ke Jl. Sunan Gunung Jati Cirebon, dan menunggu lagi hingga 2 jam.

Tubagus/Muzi  tak kunjung datang hingga menjelang malam, dan akhirnya tak bisa dihubungi. Atas kejadian ini, IR sudah melaporkan ketiga orang tersebut ke polisi.

"Kelakuan mereka bisa merugikan orang banyak, dan mencoreng nama Pondok Pesantren yang sudah punya nama. Bukan tidak mungkin, mereka terus mencari mangsa dengan iming-iming bisa memberikan pinjaman miliaran berbunga rendah," ungkap IR.

Belakangan diketahui, mereka bertiga tak hanya membohongi IR, melainkan ada 12 orang lainnya lagi yang sudah jadi korban, dan terus dimintai uang untuk "pelancar pinjaman".

Hingga berita ini naik, pihak Pondok Pesantren Al Zaytun sendiri belum memberikan konfirmasinya, walaupun sudah beberapa kali dihubungi.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran katusba.com melalui aplikasi Get Contact, diketahui pemilik nomor telefon Muzi maupun Tubagus adalah orang yang sama. Nama yang satu H. Muzi Gumilar, dan satunya lagi H. Muzi Gumilar Aki-aki.***

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!