News / Aktual

Petani Bojonegoro, Raup Keuntungan Dari Panen Padi Gadu

Petani Bojonegoro, Raup Keuntungan Dari Panen Padi Gadu

Aktual - Bojonegoro - Padi gadu merupakan sebutan dari padi yang ditanam pada musim kemarau, yang telah ditetapkan dalam rencana tanam pemerintah.

Musim kemarau yang dikawatirkan bagi banyak orang akan menjadi musibah kekeringan, ternyata untuk sebagai orang atau sebagai petani di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo hilir menjadi berkah tersendiri, karena mereka sekarang ini sedang panen raya.

Contohnya petani Desa Kedung bondo Kecamatan Balen,dan Dusun Grogol, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang sedang melaksanakan panen padi gadu, Selasa (32/12/3020).

Bisa panen padi gadu merupakan bentuk keuntungan tersendiri, karena jika melaksanakan panen padi gadu hasil panennya bagus dan harga padinya jauh melampaui harga dasar padi yang ditetapkan pemerintah, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada Desember 2020 mencapai Rp5.000/kg

Misalnya yang diungkapkan Karsilan (58th), Petani kawakan asal Dusun Grogol ini mengaku senang dengan panen yang Ia dapat pada saat ini," Harga gabah kering sawah (KS)  berkisar Rp 5.000/kg, Bandingkan saat musim rendeng(pada bulan Maret),harga gabah KS sekitar Rp 4.000 /kg," ujar pria parobaya itu.

Harga sebesar itu bagi Karsilan jauh lebih menguntungkan dari pada menanam palawija seperti kedelai atau jagung, Apalagi dari pengalaman dia pada Oktober ada banyak hama menyerang tanaman palawija.

Mereka bekerja sama dengan pengusaha pengairan. Pengusaha itu punya pompa dan pipa-pipa sangat panjang untuk menjangkau area persawahan di Sumuragung Kec Sumberrejo dan Desa Kedung Bondo Kec Balen seluas 150 hektare yg memang satu wilayah.

Toha, salah seorang petugas Hippa (Himpunan petani pemakai air), menuturkan ada kesepakatan bagi hasil 1:7 antara pengusaha dan pemilik sawah. Petani tak perlu mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk biaya pengairan.

"Sistem bagi hasil, Mas. Satu banding tujuh, Satu bagian untuk pengusaha pompanisasi dan tujuh bagian untuk pemilik lahan," kata Toha.

Terpisah, Koordinator Ppl (penyulup pertanian lapangan) Kec Sumberrejo Yulistiyana melalui pesan Watshap mengatakan memang ada himbauan dari pemerintah agar tak memaksakan diri menanam padi di musim kemarau. Tapi, karena area persawahan Grogol dekat dengan Bengawan Solo maka pihaknya tidak menjadi soal, "Dusun Grogol,Desa Sumuragung merupakan satu satunta wilayah yang area pertanianya bisa dialiri dari Bengawan Solo,"Tulisnya.

Reporter  : Epj

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!