FokusKatusba KatusbaTravels

Ambil Pelajaran dari Mandalika, Sumedang Genjot KEK Pariwisata Jatigede

Bagikan di:

KatusbaNews | Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang dan SKPD terkait melangsungkan studi komparatif ke KEK Pariwisata Mandalika, NTB.

Berada di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mandalika jadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014. Saat ini kawasan tersebut tengah intens menggenjot pembangunan kawasan.

Menurut Managing Director The Mandalika I Wayan Karioka, luas lahan KEK Pariwisata Mandalika mencapai 1.175 ha, terdiri dari 20.000 hotel room keys, 78 berth marina, 120 ha theme park dan 16 km beach shore line.

 “Pembangunan KEK Pariwisata Mandalika dimulai tahun 2008. Diawali dengan penyerahan aset tanah seluas 1.035 Ha dari PT. Pengembangan Pariwisata Lombok (PPL) ke Bali Tourism Development Cooperation (BTDC),” ungkapnya, di Mandalika, Kamis (31/10/2019).

Tahun 2011 – 2014 dimulai tahap visionering masterplan, detail masterplan dan AMDAL/RKL/UPL. Baru tahun 2014 berdasarkan kajian dan rekomendasi Dewan Nasional KEK, Mandalika ditetapkan sebagai KEK Pariwisata. Tahun 2015 – 2018, pendanaan PMN dan yang lainnya mulai dikucurkan serta pembangunan infrastruktur tahap 1 pun mulai berjalan.

“Tahun 2019 ini kami melaksanakan pembangunan infrastruktur tahap 2, yakni konstruksi infrastruktur jalan, dasar sirkuit Moto GP, jaringan utilitas dan jaringan listrik,” ucap Oka.

Usulkan KEK Pariwisata Jatigede

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan bahwa Pemkab Sumedang bersama Indonesia Tourism Development Cooperation (ITDC), saat ini sedang mengusulkan KEK Pariwisata Jatigede.

“Untuk benchmarking, kami sengaja melihat langsung KEK Pariwisata Mandalika yang sudah ditetapkan oleh Presiden dan pengusulannya dilakukan oleh ITDC,” ungkap Dony.

Jika proses pengusulan Mandalika begitu lama, hingga 6 tahun, Dony berharap untuk KEK Pariwisata Jatigede bisa diakselerasi dalam 2 tahun.

“Kami harus belajar dari KEK Pariwisata Mandalika. Bagaimana mekanisme dan prosedur pengusulannya, serta seperti apa peran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan jajaran Forkopimda-nya. Mudah-mudahan KEK Pariwisata Jatigede dalam 2 tahun bisa ditetapkan,” tuturnya.

Dengan adanya KEK, sambung Dony, maka laju pengembangan pariwisata di Jatigede akan akseleratif. Banyak keuntungan yang didapatkan, antara lain insentif fiskal, keringanan pajak dan bantuan infrastruktur dari pemerintah pusat.

“Dengan berbagai insentif dan kemudahan dari pemerintah, KEK Pariwisata Jatigede akan menjadi primadona dan pengungkit pariwisata Sumedang menuju world class destination,” tegas Dony.

Eksplorasi Lapangan

Selain mengunjungi kantor Bupati Lombok Tengah dan melakukan diskusi intensif dengan Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri, beserta jajaran Forkopimda dan SKPD Kabupaten Lombok Tengah, Bupati Sumedang bersama unsur Forkopimda (Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, Dandim 0610/Sumedang, Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang dan Wakapolres Sumedang) serta SKPD terkait Kabupaten Sumedang, melakukan kunjungan kerja ke lokasi KEK Pariwisata Mandalika. 

Rombongan mendapatkan penjelasan detail tentang KEK Pariwisata Mandalika, serta melakukan eksplorasi lapangan ke kawasan pengembangan dan pembangunan infrastruktur dasar sirkuit Moto GP.

Usai kunjungan kerja ke KEK Pariwisata Mandalika, Bupati Dony dan rombongan bertemu dengan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di rumah dinas Gubernur.

“Saya apresiasi rencana Kabupaten Sumedang untuk mengembangkan KEK Pariwisata Jatigede. Silahkan Sumedang belajar dari Lombok Tengah. Pemerintah Provinsi NTB juga ikut memfasilitasi pembangunan KEK Mandalika,” tutur Zulkieflimansyah. drm

Editor: Reza Hamdani Rohmawan

Tinggalkan Komentar