FokusKatusba KatusbaNews

Golongan Darah O Kosong, PMI Sumedang: Angka Aman 90 Labu/Hari

Bagikan:
Staf Humas PMI Sumedang, Ipan Permana/katusba.com

KatusbaNews | Dalam satu bulan terakhir, stok golongan darah O di PMI Kabupaten Sumedang masih mengalami kekosongan. Padahal, biasanya golongan darah O paling banyak tersedia.

Jumlah golongan darah yang tersedia di PMI Kabupaten Sumedang hari ini (15/11/2019) adalah 293 labu, sedangkan golongan darah O hanya tersedia 4 labu.

“Persoalan ketersediaan stok darah itu bersifat fluktuatif,” kata Ketua PMI Kabupaten Sumedang, drg. Agus Seksarsyah Rasjidi, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, selain bersifat fluktuatif, faktor lain yang mempengaruhi stok darah adalah kebutuhan pelayanan terhadap pasien yang meningkat.

“Misalnya terjadi bencana dan kecelakaan, atau terdapat kebutuhan periodik tertentu seperti cuci darah dan penyakit jenis tertentu.”

Stok darah di PMI Sumedang/katusba.com

“Hal itu juga yang melatarbelakangi golongan darah O saat ini mengalami kekosongan, karena kebutuhannya memang mengalami peningkatan,” katanya.

Menurut Agus, angka aman ketersediaan stok darah Kabupaten Sumedang berada pada jumlah 90 labu/hari.

Saat ini, donor darah dilaksanakan secara rutin dua bulan sekali untuk pendonor dan kerja sama dengan instansi tertentu untuk menggelar donor darah masal.

Staf humas PMI Sumedang, Ipan Permana menambahkan bahwa saat ini edukasi masyarakat terkait donor darah masih kurang.

“Sebetulnya kami menginginkan masyarakat itu secara rutin melakukan donor darah, bukan hanya menjadi pendonor pengganti saja. Sehingga stok darah akan selalu ada,” sebutnya.

Terlebih lagi dalam proses pengolahan darah yang terdiri dari beberapa tahap, memerlukan waktu sekitar 24 jam untuk satu labu.

Saat ini, PMI Sumedang memiliki tempat penyimpanan darah yang sangat baik dengan kapasitas 1000 labu.

“Tapi sayang, stok darahnya masih kurang, dan tidak memenuhi angka tersebut,” katanya.

Langkah ke depan yang akan dilakukan oleh PMI Sumedang adalah mengedukasi dan menarik minat masyarakat agar melakukan donor darah secara rutin.

“Caranya melalui sosialisasi secara masif  kepada masyarakat, memperbaiki fasilitas tempat donor, serta adanya voucher makan bagi yang telah melakukan donor darah,” ujar Ipan.  may

Editor : Suci Irawati