FokusKatusba KatusbaTravels

Keren! Paralayang Gaya Funky Hidupkan Langit Sumedang

Bagikan di:

KatusbaTravels| Ada suasana berbeda di Kampung Toga, Sumedang, Minggu (27/10/2019). Tampak 160 pilot dari berbagai negara plus 20 penerbang senior tampil dengan riasan dan kostum atraktif nan funky.

Mereka tampil sebagai manusia raflesia, leak, burung, tempat sayuran, gaya Papua, dan lain-lain.

Mereka tampak antusias berpartisipasi dalam Festi Fly atau Festival/Karnaval di udara, yang merupakan bagian dari rangkaian akhir event West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019 (WJPWC 2019).

‘Rombongan funky’ ini melayang dan menciptakan suasana hidup di langit Sumedang yang tengah dilanda suhu tinggi.

Mereka take off dari Kampung Toga dengan ketinggian 700 mdpl dan sampai di titik landing pada ketinggian 400 mdpl.

Acara menarik ini disaksikan ribuan penonton yang datang dari berbagai kota. Mereka rela menembus kemacetan untuk mencapai lokasi, dan bertahan di bawah terpaan cuaca sangat panas.  

“Para peserta mengenakan kostum serba menarik yang memperlihatkan identitas suku, budaya dan lainnya di Indonesia,” kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, di lokasi, Minggu (27/10/2019).

Dony merasa bersyukur event WJPWC 2019 di Sumedang bisa berlangsung dengan lancar, baik, dan menarik.

“Saya sampaikan terimakasih pada semua pihak,” ucapnya.

Rangkaian penutupan Kejuaraan Paralayang Dunia ini dimeriahkan pula oleh festival budaya yang menampilkan ragam seni tradisional khas Sumedang.

Riana (33), warga Jakarta, merasa terkesan dengan penyelenggaraan WJPWC 2019 di Sumedang.

“Venue pertandingannya bagus, view-nya juga menarik, sangat instagenik. Saya suka,” katanya.

Sebelumnya, Kampung Toga ditetapkan sebagai venue pertandingan paralayang untuk nomor Accuracy, yang terselenggara pada 22 – 26 Oktober 2019. ris

Editor : Suci Irawati

Tinggalkan Komentar