FokusKatusba KatusbaNews

Kisah Muram Orangutan Terdampak Karhutla

Bagikan di:

katusba.com | orangutan karhutla 1

KatusbaNews | Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan menimbulkan dampak buruk bagi keselamatan primata ini di pusat rehabilitasi. Ratusan orangutan menderita gangguan pernapasan gara-gara kabut asap.

Menurut catatan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), terdapat 355 orangutan penghuni pusat rehabilitasi dan pulau-pulau pra-pelepasliaran terkena gangguan pernapasan.

BOS menyebutkan asap tebal juga mengganggu kesehatan pekerja dan staf di pusat rehabilitasi.

Nasib orangutan yang berada di alam lepas lebih mengenaskan. Beberapa waktu lalu dilaporkan ada sepasang orangutan yang tejebak di atas pohon dalam kondisi kepayahan.

katusba.com | orangutan karhutla 2

Sementara itu, beberapa ekor orangutan juga tertangkap kamera dalam kondisi lemas dan terlunta-lunta di antara sisa pepohonan yang terbakar.

Kabut asap yang berasal dari karhutla diketahui mengandung partikel debu dan karbon sisa pembakaran. Jika memasuki saluran pernapasan, zat ini akan memicu reaksi alergi yang berlebihan. Kondisi ini dapat menimbulkan infeksi seperti bronchitis dan pneumonia gara-gara sistem kekebalan tubuh turun.

CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite menyebutkan sekarang ini sekitar 80 hektare hutan gambut yang ada di seputar lokasi penangkaran telah diterjang api.

katusba.com - orangutan karhutla

Guna menghindari efek buruk asap karhutla pada orangutan, Jamartin telah melakukan beberapa penanganan.

“Tim medis BOS di Samboja Lestari telah memfasilitas dan memberikan susu serta multivitamin dosis harian,” ucapnya.

Berdasarkan Data Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), populasi orangutan di Kalimantan terdeteksi merosot secara signifikan. Dari sekitar 288.500 pada tahun 1973, sekarang tinggal sekitar 100 ribu ekor saja.

Indonesia mempunyai  dua jenis orangutan dalam status hampir punah, yakni orangutan Sumatera dan orangutan Tapanuli. Orangutan Sumatra tinggal tersisa sekitar 13 ribu ekor dan orangutan Tapanuli lebih sedikit lagi, 800 ekor. tln

Tinggalkan Komentar