FokusKatusba KatusbaNews

Soal Kenaikan BPJS, Mahasiswa: Harus Pertimbangkan Keadilan

Bagikan:
Ai Nunung Susilawati, mahasiswa program D-3 Keperawatan UPI Kampus Sumedang

KatusbaNews | Kenaikan iuran BPJS kesehatan yang rencananya bakal diberlakukan tahun 2020 mendatang, masih jadi polemik di masyarakat, tak terkecuali kalangan mahasiswa.

Mahasiswa yang merupakan agen of change jadi social control untuk setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tak hanya duduk diam, mahasiswa selalu aktif untuk mengamati perkembangan.

“Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pastilah ada baik dan buruknya. Ada dampak negatif untuk masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah. Tidak sedikit warga yang memilih berhenti jadi peserta BPJS karena kenaikan itu,” kata Ai Nunung Susilawati, mahasiswa program D-3 Keperawatan UPI Kampus Sumedang, Minggu (10/11/2019).

Lebih lanjut ia menuturkan, terdapat solusi lain untuk menangani kenaikan iuran BPJS yakni ketika pasien membutuhkan tindakan medis yang memakan biaya mahal, maka bisa dikenakan biaya tambahan.

Berkaitan dengan hal tersebut, sekarang ini ada wacana bahwa kelas III yang mayoritas terdiri dari masyarakat menengah ke bawah atau peserta JKN, diupayakan tidak terkena kenaikan iuran BPJS.

“Ini masalah keadilan di masyarakat. Saya harap pemerintah dapat menetapkan kebijakan yang menjadi solusi terbaik. Kasihan jika BPJS hanya digunakan untuk berobat rutin, tapi mereka yang ada di kelas 2 dan 3 harus menanggung iuran yang mahal,” pungkasnya. may

Editor : Suci Irawati