FokusKatusba KatusbaSports

Tampil Grogi, Kontingen Tuan Rumah WJPWC 2019 Siap Berbenah

Bagikan:
Salah seorang peserta kelas akurasi tengah bersiap untuk lepas landas sembari melihat kontestan lain yang sudah lebih dahulu terbang. (Dok. Istimewa / Katusba.com)

KatusbaSports | Sebagai tuan rumah West Java Paragliding World Championship 2019, performa dari atlet paralayang Sumedang dirasa kurang memuaskan bahkan oleh atletnya sendiri.

Dari seluruh atlet paralayang Sumedang yang menjadi peserta, hanya Fazka Muhammad Ghani yang mampu menaiki podium WJPWC 2019 di kelas beregu akurasi dengan tim Bopunsu (Fazka Muhammad Ghani, Galih Darmawan, Purnomo Alamsyah, dan Rustandi Ibet).

Meskipun kompetisi dilakukan di ‘tempat latihan’ sendiri, atlet paralayang Sumedang seperti demam panggung dalam mengikuti event paralayang berkelas internasional tersebut seperti diucapkan oleh salah satu atlet Paralayang Sumedang, Pangeran Dirgantara.

Hal itu diungkapkan olehnya dalam wawancara secara ekslusif dengan Katusba. Menurutnya, hasil yang dicapai tidak sebanding dengan kualitas serta pengalaman rekan-rekannya yang jauh lebih mumpuni.

“Di kelas akurasi, sepertinya rekan-rekan saya memang grogi sih,” ucap Pangeran yang meyakini kalau rekan-rekannya sebenarnya jauh lebih baik dibanding hasil yang dicapai.

Lalu, saat disinggung dengan dirinya yang finis di posisi 37 kelas cross-country, atlet berumur 17 tahun itu mengatakan cukup bagus untuk saat ini. Meskipun begitu, Pangeran masih berambisi untuk menampilkan sesuatu yang lebih di event seterusnya.

“Kalau untuk saya sendiri, saya memang masih baru-baru ikut kelas cross-country jadi tidak memasang target. Finis di urutan ke-37 untuk saat ini sudah lumayan dan sedikit bikin bangga. Tapi jelas masih bisa lebih baik lagi untuk ke depannya,” ujar atlet paralayang yang masih berumur 17 tahun tersebut.

Atlet Paralayang Sumedang saat mampu meraih 3 emas di PORDA Jawa Barat 2018. (Photo from Kapol/Katusba.com)

Meskipun begitu, tentunya usaha dan pencapaian dari atlet kebanggaan Sumedang ini patut diapresiasi karena Paralayang memang olahraga yang sulit diprediksi.

Di samping hasil yang dicapai olehnya serta rekan-rekannya. Pangeran mengatakan kalau ajang WJPWC 2019 ini memang menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk atlet paralayang Sumedang khususnya dirinya.

“Kami sempat mengobrol dengan legend-legend di dunia paralayang. Tentunya ini jadi hal yang sangat berharga bagi kami agar ke depannya mampu lebih baik dan lebih berprestasi lagi,” kata atlet yang mulai menggeluti dunia paralayang setelah lulus SMP tersebut.

Sementara itu, hasil ini memang tidak sesuai dengan prediksi yang dikatakan oleh banyak orang termasuk tokoh paralayang Sumedang, Aries Pribaya. Prediksinya tentang peluang juara kontingen Sumedang yang besar di kelas akurasi tidak menjadi kenyataan.