News / Gaya Hidup

Berburu Spot Hijau Sambil Jelajah Wisata Teh di Pangalengan

Berburu Spot Hijau Sambil Jelajah Wisata Teh di Pangalengan

Gaya Hidup - Di kawasan Kabupaten Bandung, banyak terdapat spot-spot unik. Jika Anda menyukai spot serba hijau menyegarkan, maka, salah satunya ada di perkebunan teh Malabar Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Sebagai lokasi wisata alam, perkebunan teh Malabar menawarkan sensasi hawa dingin menyegarkan, dengan hamparan kebun teh di ketinggian 1.550 meter di atas permukaan laut.

Dari Bandung, Anda bisa menempuh perjalanan berjarak sekitar 40 km ke arah Selatan. Selama perjalanan, banyak pemandangan indah yang bisa dinikmati. Selalu siapkan kamera untuk mengabadikannya.

Di Pangalengan, ada beberapa objek wisata alam yang bisa dikunjungi, sebut saja misalnya Perkebunan Teh Kertamanah, Perkebunan Teh Malabar, Perkebunan Teh Purbasari, Perkebunan Teh Pasir Junghun, Perkebunan Teh Pasirmalang, Perkebunan Teh Cukul, dan Kebun Penelitian Teh Cibeureum, dan Chinhona.

Di lokasi perkebunan yang resik ini pengunjung bisa menikmati eloknya panorama alam terbuka dengan hamparan kebun teh sangat luas. Pengunjung juga bisa mencoba memetik pucuk daun teh secara langsung dari kebunnya.

Pengunjung kawasan perkebunan teh Malabar bisa menghabiskan liburannya dengan berkeliling menggunakan sepeda gunung, sambil menjelajah kawasan hijau berundak perbukitan, dengan medan trek yang penuh tantangan.

Wisata edukasi juga bisa dilakukan di sini. Ada sentra penelitian teh, perkebunan sayur mayur, juga peternakan sapi perah. Pangalengan memang merupakan salah satu sentra penghasil susu sapi di Jawa Barat.

BACA JUGA:

Berburu Spot Selfie Eceng Gondok di Kalinampu Natural Park Bantul

Pilihan oleh-oleh dari kawasan wisata ini lumayan banyak. Di antaranya permen karamel susu, dodol susu, kerupuk susu atau roti susu.

Para pengunjung yang ingin bermalam di sini tak perlu galau soal akomodasi. Di Pangalengan tersedia berbagai tipe penginapan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Perkebunan Malabar memiliki luas lahan sekitar 2.022 hektare. Dari lahan ini, setiap harinya bisa diolah sebanyak  60.000 kilogram pucuk teh. Fakta yang luar biasanya, pemasaran teh ini 90% untuk ke luar negeri. Sedangkan tenaga kerja yang terlibat di sini mencapai hampir 2000 orang.

Menurut catatan sejarah, perkebunan teh Malabar dibuka sejak tahun 1890-an oleh Preangerplanter bernama Kerkhoven. Namun, kawasan ini bisa mencapai kejayaannya setelah Kerkhoven mengangkat sepupunya, Karel Albert Rudolf Bosscha, sebagai administratur perkebunan tahun 1896. ipi

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!