News / Gaya Hidup

Gelar West Java Paragliding World Championship 2019, Kemenpar: Sumedang Super Eksotis!

Gelar West Java Paragliding World Championship 2019, Kemenpar: Sumedang Super Eksotis!

Gaya Hidup -  Sumedang berbenah menyambut Event West Java Paragliding World Championship yang digelar 22-28 Oktober 2019. Lokasi primadona yang terpilih adalah Batudua, di kawasan Gunung Lingga, Cisitu, Sumedang, Jawa Barat.

Sebagai destinasi wisata dirgantara, nama Batudua sudah tak asing lagi. Di tempat ini pernah digelar Prapiala Dunia XC Paragliding 2013 dan Cabor Paralayang PON XIX 2016.

 “Kami siap membuat kesan positif di West Java Paragliding World Championship 2019. Destinasi di Sumedang pasti membuat enjoy peserta dan wisatawan. Alam dan budaya hingga destinasi buatan di sini sangat eksotis. Berbagai persiapan di Batudua bahkan sudah maksimal,” ungkap Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Senin (21/10).

392 peserta dari 20 negara ambil bagian dalam West Java Paragliding World Championship 2019. Peserta datang dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Ada 2 kelas yang diikuti, yakni Paragliding Accuracy World Cup dan Paragliding Cross Country World Cup. Event akan ditutup dengan Paragliding Festival (Fun Fly juga Culture Festival).

 “Sumedang akan menjadi destinasi komplit bagi West Java Paragliding World Championship 2019. Ada banyak destinasi eksotis yang bisa diekplorasi oleh peserta, bahkan pengunjung umum. Siapapun bakal terkesan saat berada di Batudua. Selain udaranya segar, view destinasi ini sangat indah,” terang Dony lagi.

Jadi venue utama, Batudua yang berada di ketinggian 930 mdpl memiliki karakter unik. Pemandangannya memukau berlatar Waduk Jatigede.

Selain hamparan birunya air, wisatawan juga bisa menikmati view elok pulau-pulau di Waduk Jatigede. Destinasi Batudua juga mudah dijangkau karena berada di poros jalan raya Sumedang-Wado.

Sumedang juga menawarkan eksotisnya Puncak Damar Jatigede yang dilatari hamparan air. Dikelola oleh Perhutani, destinasi ini merupakan spot foto yang instagenik. Beberapa fasilitasnya selain spot selfie adalah penginapan, pusat kuliner, tempat peribadatan, dan area parkir yang luas.

Banyak Value

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman mengatakan, Sebagai venue event, selain punya banyak destinasi alam yang luar biasa, ada banyak value yang ditawarkan Sumedang.

Batudua dan Puncak Damar Jatigede, sambungnya, menjadi rekomendasi ideal untuk bersantai. Selain berkompetisi, peserta West Java Paragliding World Championship 2019 bisa bersantai sejenak di sana.

 “Sumedang super eksotis,” sebut Dadang.

Tak hanya itu. Sumedang juga memiliki destinasi wisata budaya dan sejarah. Beberapa destinasi yang layak dieksplorasi di antaranya Museum Prabu Geusan Ulun.

Terdapat banyak koleksi bernilai sejarah tinggi di sini. Ada Meriam Kalantaka peninggalan Belanda (1656). Gamelan Panglipur peninggalan Pangeran Rangga Gede (1625-1633) jadi koleksi tua lainnya.

 Ada juga Gamelan Pangasih peninggalan Pangeran Kornel dengan tahun 1791-1828. Koleksi galeman tua lainnya adalah Sari Arum. Gamelan ini peninggalan Pangeran Sugih pada 1836-1882. Koleksi Museum Prabu Geusan Ulun dilengkapi tempat tidur Pangeran Kornel dan beragam busana kebesaran Sunda di masa silam.

Selain itu, Sumedang memiliki Masjid Agung, Kuda Renggong, Ngalaksa, dan Mahkota Binokasih.

 “Selain alam, destinasi budaya dan sejarah di Sumedang sangat beragam. Koleksi gamelan tua tersebut tetap terjaga keasliannya. Semua terpelihara baik. Yang jelas, semuanya sangat menginspirasi. Jadi, mari bergabung di West Java Paragliding World Championship 2019 dan nikmati beragam destinasinya,” papar Dadang lagi.

Destinasi Buatan

 Destinasi wisata Sumedang semakin komplit dengan adanya 3 destinasi buatan. Ada Kampung Toga dengan beragam fasilitas uji ketangkasannya. Selain fasilitas outbond, Kampung Toga juga menawarkan uji adrenalin melalui Paralayang dan Gantole.

Alternatif lainnya adalah Kampung Karuhun. Di sini tersedia beragam wahana permainan anak. Sebut saja, mini motorcross, berkuda, dan rivertubbing.

Ada lagi Ciherang. Selain memiliki hutan pinus yang sejuk dan kaya oksigen, lokasi ini merupakan spot terbaik untuk ber- outbond. Soal spot selfie, sudah pasti tempat ini memilikinya.

Asisten Deputi Destinasi Regional II Kemenpar Wawan Gunawan menjelaskan, Sumedang spot terbaik wahana dirgantara dan berlibur.

 “Sumedang memiliki beragam spot olahraga dirgantara. Semuanya menarik dan menantang. Melayang di udara merupakan cara terbaik menikmati keindahan Sumedang. Kawasan ini spot libur terbaik karena didukung amenitas luar biasa. Ada 6 hotel berbintang dan 17 nonbintang. Aksesibilitas mudah dengan dukungan Bandara Kertajati,” jelas Wawan.

Dengan paket lengkapnya, Sumedang pun menjadi destinasi utama rujukan wisatawan. Pergerakannya kompetitif. Pada 2018, pergerakan wisman di Sumedang mencapai 3.400 orang. Untuk wisnusnya 428,2 ribu orang. Setahun sebelumnya, pergerakan wisman sekitar 3.395 orang dan 427,1 ribu wisnus. Saat ini Sumedang menargetkan kunjungan 25 ribu wisman dan 750 ribu wisnus di sepanjang 2019.

 “Dengan beragam potensi yang ditawarkan, pergerakan wisatawan di Sumedang akan makin kompetitif. West Java Paragliding World Championship 2019 akan semakin menaikan popularitas Sumedang. Ada banyak potensi pariwisata yang dibranding, termasuk beragam infrastruktur pendukungnya. Kami pun optimistis, pergerakan wisatawan semakin optimal,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. (*)

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!