News / Gaya Hidup

Tingkat Kematian Covid-19 di Jerman Rendah, Ternyata Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Covid-19 di Jerman Rendah, Ternyata Ini Penyebabnya

Gaya Hidup - Dengan jumlah kasus sebanyak 47.373,  Jerman jadi negara dengan kasus Covid-19 peringkat lima di dunia, setelah Spanyol (64.059 kasus), Italia (80.589 kasus), China (81.340 kasus), dan AS (85.762 kasus).

Meskipun begitu, tingkat kematian pasien COVID-19 di Jerman cukup rendah, dan hanya 0,6%.

Sedangkan Indonesia memiliki tingkat kematian tertinggi akibat COVID-19. Hingga Jumat (27/3/2020), tingkat kematian sebesar 8,31%, atau 87 kematian dari 1.046 kasus.

Penyebab rendahnya tingkat kematian ini adalah usia pasien yang relatif muda. Dilaporkan, rata-rata umur pasien mereka 46 tahun.

Rata-rata usia ini lebih rendah dibanding Italia, dengan tingkat kematian sebesar 10,19%, dengan usia pasiennya rata-rata 63 tahun. Sedangkan di Indonesia, belum ada data detail usia pasien COVID-19.

Selain “diuntungkan” faktor usia pasien, sebagaimana dilaporkan Associated Press, Jerman juga memiliki kemampuan uji diagnosis yang cepat, akurat, dan masif.

Disebutkan Christian Drosten, direktur Institute of Virology di Berlin, jaringan laboratorium independen di Jerman bisa melakukan tes mulai Januari 2020, ketika kasus virus corona masih sedikit.

"Kami di Jerman berada di garis terdepan dalam hal diagnostik," ungkap Drosten.

“Bisa jadi, birokrasi di negara lain membutuhkan waktu 1-2 bulan untuk menetapkan laboratorium non-pemerintah agar bisa melakukan tes corona. Padahal, kecepatan dan persebaran lab untuk diagnosis sangatlah dibutuhkan, agar pasien yang terinfeksi bisa segera ditangani,” katanya.

Selain itu, Jerman juga mampu menguji virus corona pada 160.000 pasien/minggunya, dan memiliki ranjang rumah sakit terbanyak, dengan 8 ranjang/ 1.000 penduduk.

Berdasarkan Data Profil Kesehatan Indonesia 2018 versi Kemenkes, Indonesia memiliki 1,2 ranjang untuk tiap 1.000 penduduk. Sedangkan mengacu pada tandar WHO, 1 tempat tidur untuk 1.000 penduduk. (*)

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!