News / Gemah Ripah

Prihatin dengan Semakin Pudarnya Budaya Negeri, Ketum Baduga: LAWAN PEMBUNUHAN BUDAYA!

Prihatin dengan Semakin Pudarnya Budaya Negeri, Ketum Baduga: LAWAN PEMBUNUHAN BUDAYA!

Gemah Ripah - Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari banyak suku dan budaya. Budaya merupakan kekayaan bangsa. 

 

Bandung. Katusba.com

"Kebudayaan asli Indonesia yang sangat beragam merupakan aset terbesar bangsa ini agar menjadi negara maju, sejahtera dan berbudaya."

 

Ungkapan itu dilontarkan oleh R. Sobar Yogiswara, Ketua Umum Ormas Barisan Dulur Gamparan dikantornya kemarin, Sabtu (20/02/21).

 

"Budaya Sunda khususnya merupakan pembentukan karakter yang santun, pekerja keras, dan sangat memelihara alamnya," tambahnya.

 

Menurutnya akhir-akhir ini terjadi pembunuhan karakter bangsa melalui kebudayaan-kebudayaan baru yang membawa karakter bangsa kita diluar karakter nusantara yang seharusnya.

 

Contohnya,

 

Hadirnya aplikasi media sosial yang seakan ingin mengubur budaya Indonesia dengan mulai membentuk budaya baru yang dikhawatirkan akan membentuk karakter generasi yang ada sekarang.

 

"Budaya adalah karakter, dari karakter yang berbudaya ini kita mendirikan bangsa ini,

dari budaya ini pula kita merdeka dari penjajahan dan  mampu bertahan hingga sekarang," jelasnya.

 

Dengan invasi media, masifnya informasi asing membuat kebudayaan kita semakin tergerus dan lambat laun akan terbunuh.

 

Apabila kita telusuri mungkin juga terjadi di banyak wilayah di provinsi yang ada di negeri ini.

 

Ormas Baduga merupakan Organisasi Massa yang fokus merangkul unsur seni dan kebudayaan lokal yang bertujuan untuk melestarikan serta mengembangkan Budaya Bangsa untuk dapat hadir dalam pembangunan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

"Intinya, budaya adalah nadi bangsa, jangan sampai dilupakan ataupun ditinggalkan."

 

juga,

 

"Budaya bukan hanya pajangan atau seremonial belaka.  Makanya saya menginstruksikan kepada setiap anggota saya; LAWAN PEMBUNUHAN BUDAYA!," pungkasnya. (AA)

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!