News / Hukum

Draf RUU Ketahanan Keluarga, Nekat Sewa Rahim Bisa Dipenjara 5 Tahun Loh!

Draf RUU Ketahanan Keluarga, Nekat Sewa Rahim Bisa Dipenjara 5 Tahun Loh!

Hukum - Dalam salah satu pasal draf RUU tentang Ketahanan Keluarga, terdapat ketentuan pidana tentang sewa rahim atau surogasi.

Dalam Pasal 32 disebutkan soal larangan melakukan surogasi. Begini bunyi pasalnya:

Pasal 32

(1) Setiap Orang dilarang melakukan surogasi untuk memperoleh keturunan.

(2) Setiap Orang dilarang membujuk, memfasilitasi, memaksa, dan/atau mengancam orang lain melakukan surogasi untuk memperoleh keturunan.

Penjelasan Pasal 32 memaparkan bahwa 'surogasi' adalah praktik sewa-menyewa rahim secara komersial atau pinjam-meminjam rahim secara sukarela yang dilakukan oleh individu atau lembaga atau jaringan terorganisasi untuk keperluan memperoleh keturunan reproduksi bantuan.

Orang yang melakukan surogasi baik komersial atau sukarela terancam pidana penjara 5 tahun hingga denda Rp 500 juta. Sedangkan sanksi untuk membujuk untuk melakukan surogasi bisa terancam 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Ketentuan ini termaktub dalam Pasal 141 dan Pasal 142:

Pasal 141

Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan surogasi untuk keperluan memperoleh keturunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 142

Setiap Orang yang dengan sengaja membujuk, memfasilitasi, memaksa, dan/atau mengancam orang lain agar bersedia melakukan surogasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) untuk memperoleh keturunan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tahun) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

RUU Ketahanan ini sudah masuk prolegnas prioritas 2020. Namun, statusnya masih berupa draf usulan. Ada 5 Anggota DPR yang mengusulkan draf ini.

"(RUU Ketahanan Keluarga) ini masih draf. Diusulkan oleh 5 orang. Itu kan diusulkan judul dan naskah akademiknya ketika penyusunan Prolegnas Prioritas 2020 dan itu masuk. Tahapan untuk menuju RUU itu sudah bisa dilakukan," ungkap Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi, Selasa (18/2/2020).

Baidowi pun menyebutkan ke-5 orang pengusul draf tersebut.

"Ledia Hanifa PKS, Sodik Mudjahid Gerindra, Ali Taher, terus Endang Golkar. Ada lagi PKS-nya," katanya.

Seorang pengusul dari Fraksi PKS yang dimaksud adalah Netty Prasetiyani. (*)

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!