KatusbaLifestyle

Fakta-fakta yang Sebenarnya Tentang Anoreksia Nervosa

Bagikan di:

Katusba.com | Anoreksia nervosa
Ilustrasi. net/kastuba.com

KatusbaHealth | Anoreksia nervosa adalah gangguan pola makan dengan ciri-ciri adanya penolakan untuk mempertahankan bobot tubuh yang sehat, dan rasa takut berlebihan terhadap meningkatknya berat badan.

Gangguan ini bukan dipicu faktor genetik, melainkan perilaku maladaptif yang dipicu trauma, kecemasan, ketakutan, dan rasa rendah diri.

Penderita gangguan anoreksia umumnya merasa malu, menyesal, atau marah dengan kondisi yang sedang ia alami. Nah, inilah fakta-fakta penting tentang anoreksia nervosa.

1. Berkaitan erat dengan aspek psikologis dan sosial

Banyak orang memahami anoreksia nervosa sebagai gangguan pola makan semata, atau diet yang tidak sehat. Padahal, anoreksia nervosa merupakan hal yang sangat kompleks.

Hal ini bisa berkenaan dengan aspek psikologis dan kehidupan sosial. Penderita memiliki pemahaman yang keliru mengenai bobot tubuh dan kerap menghubungkan porsi atau jenis makanan dengan bentuk tubuh.

2. Faktor-faktor pemicu anoreksia

Pemicu anoreksia paling utama adalah kekhawatiran akan bentuk tubuh. Namun, faktanya ada banyak faktor penyebab anoreksia. Untuk mengetahui penyebabnya secara jelas, perlu dilakukan konseling secara teratur.

 3. Jenis anoreksia nervosa

Terdapat dua macam anoreksia nervosa, yakni restricting dan purging. Pada jenis restricting, penderitanya selalu berupaya menurunkan berat badan dengan cara diet sangat ketat dan terus berolahraga sepanjang waktu.

Sedangkan penderita anoreksia jenis purging biasanya senang makan banyak. Namun kemudian mereka akan melakukan berbagai cara agar makanan yang telah masuk ke dalam perut bisa keluar lagi dengan cara memuntahkannya ataupun menelan obat pencahar.

4. Dampak anoreksia bagi kesehatan

Dampak-dampak buruk akibat anorekia adalah terjadinya pengurangan kepadatan tulang, mudah lelah, tekanan darah rendah, rambut rontok, luka lambung, buang air besar tidak teratur, diabetes mellitus tipe 2, dan denyut jantung yang lambat.

Penderita anoreksia bisa normal kembali jika yang bersangkutan memiliki keinginan yang kuat untuk sembuh. Penderita umumnya membutuhkan bantuan orang lain yang mampu mengubah pandangannya mengenai berat badan. Cara paling tepat adalah melakukan konseling teratur dengan ahlinya. cth

Elsya Tri Ahaddini
Elsya Tri Ahaddini
Penulis yang sudah berpuluh-puluh tahun bergelut dengan pena dan inspirasi. Senang cappuccino dan menulis. [email protected]

Tinggalkan Komentar