KatusbaLifestyle

Kakek Penakluk Buaya Ini Pernah Tampar Kerbau Hingga Mati, Begini Kisahnya

Bagikan di:

katusba.com | Buaya

KatusbaLifestyle| Israil (99), asal Kota Kendari, memang pria pemberani. Selama puluhan tahun ia menjalani profesi sebagai pawang buaya.

Bahkan, ketika sudah berkeluarga pun, ia tetap bekerja sebagai penakluk buaya.

Israil berkisah, puluhan tahun lalu, ia pernah bertugas  sebagai pawang buaya di Papua. Ia mendapatkan kepercayaan khusus dari Bupati Fak-Fak dan Kaimana, karena banyak buaya liar yang mengganggu aktivitas warga di sana.

Israil pun ditunjuk sebagai ketua tim yang terdiri dari 60 orang anggota. Kemampuan Israil menyelam ke dasar sungai dan meringkus buaya muara memang tiada tandingan.

“Di masa itu, hanya saya yang mampu menyelam sambil menangkap buaya muara. Orang lain tak ada yang berani,” katanya, seperti dikutip dari liputan6.com, Sabtu (21/9/2019).

Saat ini, Israil memiliki 8 ekor buaya yang hidup di kandang miliknya. Enam ekor merupakan buaya dewasa dengan ukuran 3-6 meter. Sedangkan dua ekor lainnya masih anakan.

Israil kini telah sudah renta dan tak sekuat dulu lagi. Tak bisa lagi unjuk keperkasaan menaklukkan buaya. Untuk keperluan pakan buaya peliharaannya, Israil lebih banyak mengandalkan relawan.

Sebelum jadi pawang, Israil beternak kerbau. Suatu saat, seekor kerbau liar di Pulau Wawonii bikin kekacauan. Sering ngamuk dan merusak kebun milik warga.

Lagi-lagi, Israil ditugaskan untuk mengamankan kerbau galak tersebut.

Namun, si kerbau itu melawan. Sontak, Israil pun menampar hewan besar tersebut.

“Saat ditampar, dia langsung jatuh. Eh, beberapa hari setelah itu, dia sakit lalu mati,” katanya.

“Setelah memukul kerbau, orang-orang mengira saya punya banyak ilmu. Padahal, saya tak punya apa-apa.Bekal saya hanya kejujuran,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan tips bahwa untuk menangkap buaya butuh kesabaran dan keuletan tinggi. Selain itu, tak boleh ada niat jahat. “Kalau niatnya sudah jahat, rawan diterkam,” jelasnya. pra

Tinggalkan Komentar