KatusbaLifestyle

Ribut Soal Darah Indonesia, Eddie Van Halen Ngaku Keturunan Rangkasbitung Banten

Bagikan di:
Eddie Van Halen

KatusbaLifestyle | Karir musik Eddie Van Halen sangat moncer di tahun 1980-an. Tak sampai di situ, kiprah gitaris kelahiran 26 Januari 1955 ini pun tak terhenti hingga sekarang.

Pentolan grup band Van Halen ini lahir di Nijmegen, Belanda, dan besar di Pasadena, California.

Tapi, siapa sangka, bule yang satu ini ternyata punya ibu kandung asli orang Rangkasbitung, Banten.

Eddie berkisah,  ayahnya bertemu dengan sang ibu yang saat itu bekerja sebagai juru ketik di sebuah kantor pemerintahan pendudukan Belanda.

“Mereka lalu menikah. Namun, kemudian pemerintahan menjadi goyah, dan penjajah harus keluar,” tutur Eddie, belum lama ini.

Gitaris handal ini juga mengatakan jika ibunya lahir di Rangkasbitung, Banten.

“Rangkasbitung, ya, ibu lahir di Rangkasbitung, sebuah tempat yang terletak di pinggir sungai,” tuturnya.

“Rumahnya seperti gubuk,” sambungnya.

Walaupun sang ibu lahir dan berasal dari rumah kayu di pinggir sungai, namun di mata Eddie, sang ibu berjasa besar bagi karier anak-anaknya.

Ibunda sang gitaris sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya, dan selalu memotivasi jika ada peluang yang bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Demikian juga saat si anak menunjukkan keinginan bermaim musik, sang ibu ingin mereka mendapatkan yang terbaik, dengan mendaftarkan ke sekolah piano klasik.

Keluarga Indo-Belanda itu pun hijarah ke Pasadena di Amerika Serikat, dan kakak beradik Alex dan Eddie van Halen membentuk rock band dengan nama ‘Van Halen’ tahun 1972.

Van Halen berhasil meraih kembali kejayaan hard rock yang nyaris tenggelam.

Eddie Van Halen adalah adik dari Alex van Halen. Keduanya merupakan anak dari pemain klarinet dan saksofon profesional Jan Van Halen dan Eugenie Van Beers.

Jan van Halen lahir di Amsterdam pada tahun 1920, lalu pindah ke Hindia Belanda pascaperang dunia. Di sana dia menjalin kasih dengan Eugenie Van Beer, perempuan kelahiran Rangkasbitung, Lebak, Banten.

Saat itu, Rangkasbitung memang banyak dihuni warga keturunan Eropa. Seorang warga yang terkenal adalah Eduard Douwes Dekker alias Multatuli yang menulis novel Max Havelaar pada 1860.

Ibu Eugenie van Beers adalah Eugenie yang mewarisi nama keturunan Mafficioli del Castelleto, dari ayahnya yang menikah dengan wanita bernama Roebinem. Nenek dari Eugenie Mafficioli del Castelleto pun merupakan orang Indonesia.

Kedua orang tua Eddie, Jan van Halen dan Eugenie van Beers, menikah Agustus 1950 dan pindah ke Belanda pada 4 Maret 1953 dengan menumpang kapal laut ‘Sibajak’. (*)

Editor : Suci Irawati

Dina Rizqiana
Dina Rizqiana
Senang menulis dan jalan-jalan.

Tinggalkan Komentar