KatusbaLifestyle

Trik Hindari Miskomunikasi Ortu-Anak Menurut Pakar Parenting

Bagikan di:
Dr. Diah Gusrayani, M.Pd (kiri) bersama kedua putrinya

KatusbaLifestyle | Dr. Diah Gusrayani, M.Pd., dikenal sebagai dosen Universitas Pendidikan Indonesia yang juga merupakan pakar parenting.

Sosok wanita aktif yang satu ini cukup dikenal di Kabupaten Sumedang, lantaran kemahirannya menyampaikan materi, hingga mudah dipahami audiens.

Hal itulah yang membuatnya sering diundang untuk mengisi seminar-seminar parenting. Dalam sebulan, tercatat lebih dari 20 seminar diisinya, di  berbagai tempat di Kabupaten Sumedang.

Salah satu materi yang pernah disampaikan adalah soal kesalahpahaman komunikasi orang tua dengan anak.

“Kesalahan komunikasi pada anak dapat mempengaruhi pemahaman anak, maka berkomunikasilah dengan anak secara baik dan lengkap. Apabila komponen komunikasi terhambat maka proses komunikasi tidak akan berjalan dengan baik,” katanya, Senin  (25/11/2019).

Komponen proses komunikasi terdiri dari komunikator, pesan, dan saluran penyampaian.

Begini 10 kunci komunikasi menurut Diah:

  1. Bahasa yang digunakan sesuai dengan usia anak, maka orang tua harus berpikir sekarang dan saat ini, yang sedang dialami oleh anak.
  2. Perlu ada sikap konsisten dari orang tua,  jika tidak boleh sebaiknya harus tegas terus tidak boleh, jangan jadi boleh sehingga akan membuat anak jadi berbohong.
  3. No labeling. Hindari memberi label pada anak.
  4. Perhatikan sikap duduk, mata, atau usap punggung anak akan membuat emosi mereka menjadi membaik.
  5. Intonasi suara, saat berkomunikasi dengan anak jangan sampai terdengar selalu seperti marah-marah.
  6. Kreatif memulai pembicaraan, untuk memulai bicara dengan anak bisa dengan mengajak main anak terlebih dahulu dan lain sebagainya.
  7. Ulangi apa yang disampaikan kepada anak, hal tersebut bertujuan agar anak merasa didengarkan, direspon, dan emosi mereka jadi turun.
  8. Jangan menyela pembicaraan dengan anak, dengarkan sampai selesai.
  9. Jangan membuat janji yang tidak bisa ditepati, perkirakan sesuai dengan kemampuan kita, untuk memenuhi keinginan anak.
  10. Tetap tenang meski hati sedang tak nyaman, jangan tunjukan keluh kesah di depan anak, agar mampu menenangkan kondisi si buah hati. (*)

Editor : Suci Irawati

Mayang Anggarani
Mayang Anggarani
"Bergerak atau tergantikan." Reporter yang cekatan dan hobi solo travelling. [email protected]
https://katusba.com/author/mayang

Tinggalkan Komentar