KatusbaLifestyle

Waspada! Ini Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan

Bagikan di:

Katusba.com | Rokok elektrik atau vape
Ilustrasi. net/katusba.com

KatusbaHealth | Vape atau rokok elektrik memiliki tingkat bahaya yang tidak jauh berbeda dengan rokok. Demikian disampaikan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

 Pengguna vape atau rokok elektrik bahkan lebih berpotensi terkena penyakit paru.

Menurut pengurus PDPI yang juga dokter di Solo, Harsini, banyak orang mengira bahwa rokok elektrik lebih aman bagi kesehatan dibanding rokok tembakau.

“Padahal sebetulnya rokok elektrik ini tidak kalah berbahayanya, karena banyak mengandung bahan kimia,” sebutnya, sebagaimana dilansir dari antaranews.com, Minggu (15/9).

Ia menjelaskan, asap pada vape bersumber dari nikotin sintetis. Sedangkan bahan baku utama vape, yakni cairan yang terdiri dari berbagai rasa dan aroma, mengandung beberapa jenis bahan kimia.

“Bahan-bahan kimia tersebut misalnya nikotin, propilen glikol, dan aneka perasa seperti rasa buah-buahan, vanila, susu, jagung, dan cokelat,” katanya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Harsini terus menggelar sosialisasi dan edukasi, agar masyarakat mau mengubah keyakinan bahwa rokok elektrik lebih aman dibanding rokok biasa.

“Banyak perokok yang beralih ke vape, karena mereka percaya vape lebih aman. Padahal, itu lebih berbahaya, karena nikotin murni yang digunakan,” ucapnya.

Namun hingga saat ini, aku Harsini, PDPI belum melakukan riset untuk mendapatkan data penderita penyakit paru akibat vape.

Sementara itu, Ketua PDPI Pusat Agus Dwi Susanto menerangkan terdapat tiga jenis penyakit paru yang masuk kategori 10 penyakit dengan jumlah penderita terbanyak, yakni tuberculosis (TBC), pneumonia, dan kanker paru.

“Mengacu pada data prevalensi, Indonesia ada di posisi tiga untuk jumlah perokok tertinggi di dunia. Tepatnya, jumlah perokok di Indonesia saat ini mencapai 69 dari jumlah penduduk pria,” sebutnya. Isw

Sumber: Antara

Editor : Suci Irawati

Tinggalkan Komentar