KatusbaNews

Ahok Jadi Calon Pimpinan Ibu Kota Baru, 212: Mental Spiritualnya Jeblok!

Bagikan:

KatusbaNews | Mujahid 212 merespons pernyataan pihak istana yang menyebutkan masuknya Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dalam bursa calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara Baru tak mengherankan, karena rekam jejak Ahok dalam mengelola Jakarta. Mujahid 212 menyebut pertanyaan istana itu ngawur.

“Ngawur alias tidak tepat,” ucap Ketua Korlabi Damai Hari Lubis, yang mengatasnamakan Mujahid 212, Sabtu (7/3/2020) malam.

Menurut Damai, keberhasilan seorang gubernur di Indonesia ditentukan oleh 2 faktor penting. Dia memaparkan, harus ada peningkatan pendapatan/kapita daerah dari sumber atau badan usaha daerah, karena sumber-sumber ekonomi berhasil dikelola dan menciptakan sumber pendapatan yang signifikan serta halal.

“Termasuk salah satu keberhasilan adalah banyak lapangan usaha yang hadir atau terbukanya lapangan pekerjaan yang otomatis menekan angka pengangguran. Itu karena strategi kepala daerah yang jitu sehingga laju pertumbuhan ekonomi tetap mengarah dan tidak melenceng kepada tujuan pokok dari Pancasila dan pembukaan UUD 1945 adil, makmur dan sejahtera,” paparnya.

Selain itu, sambungnya, seorang kepala daerah bisa disebut berhasil jika ada juga pembangunan spiritual. Pembangunan fisik, menurutnya, tak selalu jadi faktor penting.

“Tidak cukup atau melulu kepada keberhasilan pembangunan fisik gedung dan sektor perekonomian yang wah, (faktor pertama di atas ). Tapi juga balance antara keberhasilan faktor mental spriritual yang seiring dengan faktor pembangunan fisik (gedung dan sektor ekonomi),” ujar dia.

Atas pertimbangan itu, Damai menyimpulkan bahwa Ahok sudah gagal dalam urusan spiritual. Dia menyinggung kasus penodaan agama yang membuat Ahok dijatuhi vonis oleh pengadilan.

“Catatan saya menyimpulkan Ahok gagal dalam mental atau spiritual, fakta hukum bahwa mental spiritualnya jeblok. Bukti vonis hukum pidana terhadap dirinya, ditambah dugaan dirinya terpapar kasus korupsi, berdasarkan temuan BPK lembaga negara yang kredibel dan sah secara hukum yang temuannya merupakan bukti otentik,” ujar Damai.

Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama alias Ahok memang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara Baru. Pihak Istana mengatakan Ahok memiliki track record mengelola Ibu Kota Jakarta.

“Saya kira nama Pak Ahok bukan sesuatu yang mengherankan, karena beliau pernah menjadi gubernur ya, punya track record dalam mengelola sebuah apa namanya itu Ibu kota (Jakarta) ya,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, Sabtu (7/3/2020).

Disebutkan Donny, Ahok pernah sukses mengelola DKI Jakarta, sehingga tidaklah salah jika pemerintah memilihnya. Meski begitu, pemerintah belum memastikan sosok yang terpilih sebagai Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara Baru.

“Kan masih dalam pembahasan. Kita tunggu saja dari presiden, siapa yang akan diputuskan nanti sebagai kepala Badan Otorita,” jelas dia. (*)