KatusbaNews

Antisipasi Penyebaran Penyakit Pascabanjir, Pemkab Sumedang Lakukan Hal Ini

Bagikan:

KatusbaNews |Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir minta Dinas Kesehatan Sumedang untuk mengambil langkah-langkah antisipatif guna menekan terjadinya penyebaran penyakit pascabanjir.

Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumedang.

“Untuk penanganan pascabanjir ini, nanti akan didata oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dan provinsi, penyebaran penyakit apa saja yang berpotensi muncul pascabanjir,” ucap Dony, saat meninjau lokasi banjir di sejumlah kecamatan di Sumedang, Sabtu (29/2/2020).

Menurut Dony, potensi penyebaran penyakit itu ada, karena air banjir disertai lumpur masuk ke ratusan rumah warga. Titik banjir terparah berada di Desa Sayang dan Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor.

“Selain ada tim kesehatan dari provinsi dan kabupaten, Unpad pun turut menurunkan dokternya untuk mengamati pascabanjir,” sebutnya.

Didampingi Wabub Erwan Setiawan, Sekda Herman Suryatman, dan kepala SKPD terkait, Dony menyampaikan bantuan sembako pada warga terdampak banjir.

Sebelumnya, pada Jumat (28/2/2020) hingga dini hari, banjir merendam ratusan rumah di Kecamatan Jatinangor, Cimanggung, Tanjungsari, Pamulihan, dan Sumedang Utara.

Selain merendam rumah-rumah warga, banjir juga sempat melumpuhkan akses jalan alternatif penghubung Sumedang-Bandung, yakni Jalan Sayang, Jatinangor. Kendaraan yang melaju dari arah Rancaekek, Bandung menuju Jatinangor, tak bisa melintas lantaran terhalang genangan air cukup tinggi. (*)