KatusbaNews

Banyak Pejabat Terjaring OTT, Fahri Hamzah: KPK Frustrasi

Bagikan:
Katusba.com | Fahri Hamzah

KatusbaNews | UU KPK baru hasil revisi yang telah disahkan DPR akan resmi berlaku pada 17 Oktober 2019. UU KPK baru ini memang banyak ditentang banyak pihak, termasuk oleh  para pimpinan KPK sendiri, Fahri Hamzah pun mengatakan KPK panik.

Namun, jelang pemberlakuan UU KPK baru, lembaga antikoprupsi ini malah kian gemar melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Pada 6 Oktober 2019 lalu, Bupati Lampung Utara kena OTT, lalu disambung pada 14 Oktober, KPK menangkap 8 pejabat pemerintah daerah Indramayu, dan salah satu yang ditangkap adalah Bupati, Supendi.

Selanjutnya, pada 15 Oktober, KPK lagi-lagi menggelar OTT. Pihak yang ditangkap dalam gelar OTT tersebut adalah Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XII, Refly Ruddy Tangkere.

KPK telah menggelar 20 OTT selama tahun 2019 ini.

Menanggapi gencarnya OTT oleh KPK, mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan bahwa kian gencarnya OTT akhir-akhir ini merupakan bukti bahwa KPK frustasi, lantaran gagal memberantas korupsi.

BACA JUGA:

Soal OTT Bupati Indramayu, Jubir KPK: 8 Orang Diamankan

Menurut Fahri dalam tweet-nya, “Dalam UU apapun istilah OTT tidak dikenal. Korupsi itu dicegah sampai tak ada lagi, bukan diintip untuk ditangkap seperti polisi lalu lintas di lampu merah yg sembunyi untuk menilang”. ros