KatusbaNews

Curhat Bupati Bogor: Saya Bingung, ASN Kok Banyak yang Cerai

Bagikan:
Katusba.com | Ade Yasin, Bupati Bogor
Bupati Bogor Ade Yasin. net/katusba

KatusbaNews | Bupati Bogor Ade Yasin merasa bingung, lantaran banyak PNS/ASN yang mengajukan cerai. Dia mengimbau agar PNS di lingkungan Pemkab Bogor senantiasa menjaga keutuhan rumah tangga.

“Saya bingung. Di bulan ini saja saya sudah berapa kali ya, menerima surat permohonan cerai,” curhat Ade Yasin, Senin (7/10/2019).

Bupati merasa bingung, padahal, menurutnya, Pemkab Bogor telah berupaya meningkatkan kesejahteraan PNS.

Menurutnya, peningkatan penghasilan itu sudah ada aturannya. Naik pangkat berarti naik penghasilan. Tetapi untuk peningkatan TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai, mengacu pada kebijakan daerah masing-masing.

“Kami juga melihat, apakah TPP ini masih layak atau tidak. Ini kok naik TPP, tapi pengajuan cerai ke saya banyak. Bahkan minggu lalu, sampai ada 5 surat yang saya tanda tangan. Masa banyak yang cerai begini,” ujar Ade Yasin.

Selama Ade Yasin menjabat sebagai bupati, tercatat ada 21 PNS yang mengajukan permohonan cerai.

Disampaikan Kasubid Pembinaan Pegawai pada Bidang Pembinaan dan Pengembangan Karir (Bangrir) BKPP Kabupaten Bogor, Muhamad Zulfikar, kebanyakan dari mereka bercerai karena alasan ekonomi.

Menurutnya, data ini sampai akhir September 2019. Penyebab terbanyak adalah masalah ekonomi.

“Satu pihak merasa ekonomi sudah berkecukupan, sedangkan pihak lainnya merasa kekurangan. Dari ekonomi ini, ujung-ujungnya ke perselisihan,” kata Zulfikar, Senin (7/10/2019).

Kenaikan pangkat atau jabatan, dikatakan Zulfikar, tidak lantas menjadikan rumah tangga PNS bisa bertahan. Masalahnya, kenaikan pangkat tidak begitu berpengaruh pada penghasilan PNS.

BACA JUGA:

Viral, ASN Ditampar Ketua DPRD Jabar Karena Hal Ini

Polda Jabar Tetapkan Tersangka Pelaku Video Panas Berkostum ASN

Dari 21 PNS pengaju permohonan cerai pada pemerintah, menurutnya, didominasi perempuan. Sedangkan dari sisi usia, hingga akhir September 2019, paling banyak adalah PNS berusia 40 tahun ke atas.

“Persentasenya, untuk laki-laki sebanyak 24%, dan perempuan 76%. Sementara dari sisi usia, di bawah 40 tahun mencapai 38%, sedangkan di atas 40 tahun sebanyak 62%,” paparnya.

Menurut Zulfikar, walaupun ada 21 PNS yang mengajukan cerai, tetapi hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pada masyarakat. Pasalnya, jumlah PNS yang mengajukan cerai masih relatif sedikit.

“Jumlah total PNS Kabupaten Bogor itu kan sekitar 17 ribuan. Dengan segini ini, hanya 0,00 berapa persen begitu. Belum terlalu berpengaruh secara umum, karena memang jumlahnya kecil,” ungkapnya. ros