Kategori: KatusbaNews

Daya Tular Corona Bakal Melemah di Musim Panas, Betul Gak Sih?

Bagikan:
Ilustrasi

KatusbaNews | Muncul di akhir tahun 2019, kasus Covid-19 meluas begitu cepat. Hingga 29 Maret 2020, laman www.worldometers.info/coronavirus/ melaporkan terdapat total 718.116 kasus Covid-19 di 196 negara, dengan 33.887 kematian dan 150.917 kesembuhan.

Daya tularnya yang tergolong tinggi telah memicu keresahan warga dunia. Namun, sebagian peneliti percaya bahwa penyebaran kasus Covid-19 akan mereda saat memasuki musim panas.

Menurut Dr. Anthony Fauci dari National Institutes of Health, kasus flu musiman mengalami penurunan saat musim semi datang, lalu menghilang di musim panas. Karenanya, mungkin saja terjadi hal yang sama pada kasus Covid-19.

“Saya harap, seiring dengan semakin dekatnya kita terhadap cuaca yang lebih hangat, kita akan melihat adanya penurunan,” katanya, seperti dilansir AP.

Tetapi Kepala Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Michael Ryan memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, anggapan yang menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 bakal raib begitu saja di musim panas seperti kasus flu musiman, adalah harapan palsu.

“Sekarang ini kita harus berasumsi bahwa Covid-19 akan terus memiliki kemampuan menyebar,” kata Ryan.

Sementara itu, mantan kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Dr. Tom Frieden, mengingatkan bahwa virus influenza memiliki kemampuan bermutasi secara cepat. Karenanya, vaksin flu perlu selalu diperbarui.

“Covid 19 bisa menjadi virus yang bersirkulasi di seluruh dunia untuk tahun-tahun mendatang,” sebutnya.

Para meneliti memperkirakan tingkat kematian Covid-19 berkisar antara kurang dari 1% hingga 4% pada sebagian besar kasus yang terdiagnosis.

Jika dibandingkan, penyakit flu memicu kematian pada 0,1% dari seluruh orang yang terinfeksi. Frieden memperkirakan Covid-19 memiliki potensi kematian 10 kali lipat dibandingkan virus influenza.

Selain itu, tingkat kematian Covid-19 juga tampak lebih tinggi pada orang-orang yang sebelumnya sudah memiliki masalah kesehatan seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan diabetes. (*)

Rosanti

Berita Terbaru

Hadapi Pandemi, Kaum Muda Galang Gerakan ‘Sumedang Melawan Corona’

KatusbaNews | Meluasnya pandemi corona telah memicu keresahan warga Kabupaten Sumedang. Hal ini mendorong Lotuz dan teman-temannya untuk menggalang solidaritas…

7 April 2020

Jatuh di Filipina, 8 Penumpang Pesawat Lionair Tewas

KatusbaNews | Pesawat Lionair terbakar saat lepas landas dan menewaskan 8 orang. Pesawat komersial milik maskapai yang berbasis di Filipina…

30 Maret 2020

Parah! Begini Dampak Lockdown Total di India

KatusbaNews | Kebijakan lockdown total yang diberlakukan pemerintah India berdampak kekacauan. Hampur semua bisnis ditutup dan pertemuan publik ditiadakan. Warga…

29 Maret 2020

Jus Kulit Jeruk Bisa Tangkal Corona? Ini Kata Peneliti

KatusbaNews | Senyawa penangkal virus corona ternyata terdapat pada kulit jeruk. Hal ini disampaikan oleh tim peneliti dari IPB dan…

29 Maret 2020

Italia Catatkan Jumlah Kematian Tertinggi Akibat Corona

KatusbaNews| Virus corona meluluhlantakkan Italia. Lebih lebih dari 10.000 warganya meninggal dunia gara-gara virus ini, walaupun sudah melakukan lockdown selama…

29 Maret 2020

Tingkat Kematian Covid-19 di Jerman Rendah, Ternyata Ini Penyebabnya

KatusbaTechno | Dengan jumlah kasus sebanyak 47.373,  Jerman jadi negara dengan kasus Covid-19 peringkat lima di dunia, setelah Spanyol (64.059…

29 Maret 2020