KatusbaNews

Densus 88 Geledah Rumah Tersangka Teroris, Ini Hubungannya dengan Penusuk Wiranto

Bagikan:
Katusba.com | Penggeledahan oleh Densus 88
Benda-benda hasil penggeledahan. net/katusba.com

KatusbaNews | Densus 88 Antiteror melakukan proses penggeledahan rumah kontrakan tersangka terorisme berinisial NAS di Tambun, Bekasi. Usut punya usut, NAS ternyata berada dalam satu jaringan dengan pelaku penusukan Menko Polhukam, Wiranto.

Kediaman NAS yang digeledah berlokasi di Karang Satria, Tambun Utara, Bekasi. Dalam penggeledahan ini, Densus 88 menemukan buku panduan jihad, Dabiq buku ISIS, buku al-Khilafah, dan buku ‘Tiada Khilafah Tanpa Tauhid dan Jihad’.

Polisi mengatakan, NAS merupakan bagian dari Khilafatul Muslimin.

“Tersangka itu merupakan bagian dari Khilafatul Muslimin,” ucap Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Candra Kusuma.

Selain itu, sambung Candra, NAS juga telah berbaiat pada pimpinan ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi, bersama-sama kelompok Abu Zee.

“(NAS) itu pernah berdiskusi atau membahas tentang khilafah bersama kelompok Abu Zee,” ujarnya.

Fazri Pahlawan alias Abu Zee adalah pimpinan kelompok JAD Bekasi yang sudah diamankan pada 23 September lalu.

Informasi dan pemberitaan terkait jaringan Abu Zee akhir-akhir ini banyak diburu orang, pascainsiden penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10/2019) lalu.

Pelaku penusukan Wiranto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, masih tergabung dalam jaringan Abu Zee. Abu Rara dan Abu Zee pun pernah sekali bertemu. Mereka juga pernah berkomunikasi melalui media sosial.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri meringkus terduga teroris berinisial TH di Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat. Sama seperti halnya NAS, TH pun berbaiat bersama Abu Zee.

BACA JUGA:

Diduga Terlibat JAD, Tim Densus 88 Tangkap Tukang Reparasi di Cirebon

Diduga, TH pun mengetahui perencanaan aksi amaliyah kelompok Abu Zee. Dia Disebut-sebut sudah mengikuti pelatihan atau idad.

Menurut polisi, Abu Rara melakukan aksi nekatnya menyerang Wiranto, lantaran terpicu penangkapan Abu Zee. Dia mengalami rasa gentar akan ditangkap polisi, terlebih setelah terjadi penangkapan jaringan teroris dari kelompoknya itu.

“Sebetulnya, baru 2 hari ini Abu Rara merasa takut, stres, dan tertekan setelah mendengar ketuanya dia, dan juga kelompok Abu Zee tertangkap,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019). ros