KatusbaNews

Dilengkapi Konsep 5 Zona, Alun-alun Sumedang Akhirnya Diresmikan

Bagikan:
Peresmian Alun-alun Sumedang

KatusbaNews | Hujan yang membasahi Sumedang tak menghalangi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan untuk meresmikan Alun-alun Sumedang, Sabtu, (14/3/2020) sore.

Masyarakat Sumedang yang datang dari berbagai penjuru begitu antusias menyaksikan langsung peresmian Alun-alun Sumedang ini.

Alun-alun Sumedang

Disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, anggaran revitalisasi pembangunan Alun-alun Sumedang ini bersumber dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Selain di Sumedang ini, pembangunan alun-alun juga dilaksanakan di Cirebon, Kuningan, dan Majalengka,” kata Ridwan Kamil, yang akrab disapa Emil ini.

Alun-alun Sumedang

Dia berharap agar masyarakat Sumedang turut memelihara alun-alun ini, tidak mengotori, dan tidak membuang sampah sembarangan.

Soal keragaman wisata di Sumedang, Ridwan Kamil berpesan agar Bupati dan Wabup fokus di sektor pariwisata.

Selain alun-alun, ke depan bakal ada pusat budaya di Rancakalong dan pusat pariwisata di Jatigede.

“Semoga Sumedang jadi kabupaten pariwisata yang lebih maju, apalagi sebentar lagi Tol Cisumdawu segera beres. Semoga masyarakat Sumedang bahagia selalu,” harapnya.

Diwartakan sebelumnya, revitalisasi Revitalisasi Alun-alun Sumedang ini menelan dana hingga Rp16 Miliar.

Menurut Kabid Tata Bangunan pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sumedang, Budi Yana Santosa, pada revitalisasi Alun-alun Sumedang ini digunakan dua jenis batu yang diimpor dari China, yakni Batu Granit Impala dan Star white.

“Penggunaan kedua jenis batu ini mengacu pada Detail Engineering Desain (DED) yang dibuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kelebihannya, batu ini bisa nyala di malam hari,” katanya.

Budi juga memastikan, batu ini sudah diperiksa oleh konsultan khusus, sehingga bisa dipastikan keasliannya.

“Kedua jenis batu ini mempunyai keunikan tersendiri, yakni bakal mengeluarkan glitter atau cahaya di malam hari, sehingga menambah keindahan Alun-alun,” ucapnya.

Revitalisasi Alun-alun Sumedang mengacu pada konsep 5 zona yakni Zona Kehutanan, Kesehatan, Pertanian, Peternakan/Perikanan, dan Zona Pendidikan.

Area ini juga didesain terbuka dengan empat pintu masuk sesuai arah angin. Sementara di dalam Monumen Lingga terdapat kolam dan taman. Desain ini selaras dengan nilai filosofis Papat Kalima Pancer. (*)