Kategori: KatusbaNews

Dokter Hewan Pro Prabowo Divonis Penjara 1 Tahun

Bagikan:

KatusbaNews | Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Pati, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), menjatuhkan vonis penjara selama 1 tahun penjara pada dokter hewan Syahrizal (49).

Dia terbukti menyebarkan kebencian di Facebook.

Syahrizal sempat ikut demo mendukung Prabowo Subianto di depan Gedung Bawaslu pada 22, 26 dan 28 Mei 2019. Mereka menuntut Bawaslu membatalkan Keputusan KPU yang telah memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Di akun media sosialnya, Syahrizal juga menuliskan status sebagai berikut:

Jangan salahkan rakyat akan bergerak kalau cara China komunis kau paksakan pada rakyat dan mesjid kami. Acara kami dari siang sampai jam 9 malam aman-aman saja lalu kau buat opini rusuh begini. Jokowi, Tito kau harus bertanggung jawab dan jangan kau kira kami gentar untuk melanjutkan agenda tanggal 22 kami.

Selain itu, dia berkomentar nyinyir terhadap foto anggota Brimob yang mengenakan penutup muka, dan menudingkanya sebagai Brimob itu impor. Begini postingannya:

PERHATIKAN MATA WARNA KULIT, RAMBUT. ADAKAH YANG ANEH? PERCAYAKAN ANDA BAHWA MEREKA BRIMOB LOKAL!!!???

Kemudian pada 26 Mei 2019, Syahrizal kembali menulis:

Saya titip bukti kekejaman rezim ini. Jokowi dan Tito harus bertanggungjawab. Segera gerakan kedaulatan rakyatkan menurunkan kekuasaan rezim biadap ini. Revolusi harus dilakukan.

Lalu pada 28 Mei 2019 dia menyerukan agar Sumatera Barat pisah dengan NKRI:

Saya tidak ingin makar tapi jika kalian pikir NKRI itu hanya hitungan jumlah pemilih di pulau Jawa, saya punya hak untuk bergerak paling terdepan untuk mewujudkan ini dan jangan kalian anggap ini hanya meme meme main mainan saja.

Status ini jadi viral, dan menuai komentar dari 1.600 akun, dibagikan 15 ribu kali dan 5 ribu like.

Manuver Syahrizal di dunia maya terpantau polisi. Aparat kemudian menangkapnya di kampung halamannya, dan kini dia harus mempertanggungkawabkan perbuatannya.

Jaksa mendakwa Syahrizal dengan pasal berlapis, yakni UU ITE, pasal 14 dan 15 UU Nomor 1/1946 Tentang Penyebaran Berita Bohong, dan pasal 207KUHP.

“Pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 800 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan 1 bulan,” ucap majelis hakim sebagaimana tertuang dalam putusan PN Tanjung Pati yang dilkutip dari website Mahkamah Agung (MA), Jumat (13/12/2019). (*)

Editor : Suci Irawati

Dina Rizqiana

Berita Terbaru

Bikin Syok, Begini Fakta Siswi SMA Pembuang Bayi yang Bercinta dengan Adik

KatusbaNews | Aksi lucah siswi SMA di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) ini akhirnya terbongkar. Bayi yang dia…

20 Februari 2020

Terseret Tronton di Jatinangor Sumedang, Begini Kondisi Mobil yang Dikendarai Filda

KatusbaNews | Niat cari sarapan pagi, mobil Toyota Agya yang dikemudikan Filda, mahasiswi Universitas Padjajaran (Unpad), malah kena seruduk tronton…

20 Februari 2020

RUU Ketahanan Keluarga Wajibkan Suami Istri untuk Saling Cinta

KatusbaNews | Rancangan Undang-undang (RUU) Ketahanan Keluarga menuai kontroversi. Calon undang-undang ini dianggap terlalu mencampuri ranah privat, bahkan hingga mengatur…

20 Februari 2020

Kerugian Warga Blitar Akibat Ulah Suporter Bakal Diganti

KatusbaSports | Kerugian yang menimpa warga Kota Blitar gara-gara bentrokan Aremania dengan Bonek masih didata oleh Bakesbangpol Jatim. Pemprov berjanji…

20 Februari 2020

Lezat dan Sarat Gizi, Ini Sederet Manfaat Ikan Cakalang

KatusbaFoods |Berbentuk mirip ikan tuna, cakalang merupakan jenis ikan yang kerap diolah jadi masakan. Tak hanya jadi ikon kuliner kota…

19 Februari 2020

Indeks Bantuan Naik, Penerima BPNT di Sumedang Capai 78 Ribu Keluarga

KatusbaNews | Nilai Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2020 terdongkrak jadi Rp150 ribu/bulan/kepala keluarga dari sebelumnya Rp110 ribu.…

19 Februari 2020