KatusbaNews

Film “Gundala” Kena Sanksi, Sutradara dan KPI Persoalkan Istilah Ini

Bagikan di:

Katusba.com | pamflet FIlm Gundala

KatusbaLifestyle | Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menilai film Gundala dan 14 program siaran telah menyalahi aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) KPI Tahun 2012.

Alhasil, KPI menerbitkan sanksi bagi sejumlah siaran.

Satu di antara 14 program siaran tersebut adalah promo film ”Gundala”, yang dianggap menyebarkan ucapan kasar.

Promo film tersebut tayang di saluran TVONE.

Sutradara Gundala Joko Anwar saat ini sedang berada di Amerika Serikat, seusai menghadiri ajang Toronto International Film Festival.

Joko mengungkapkan kekecewaan lantaran filmnya dikenai sanksi. Dalam kicauan di akun Twitternya, dia menyematkan tagar #BubarkanKPI.

“#BubarkanKPI. Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang “Bangsat” ucap Joko.

Sang sutradara lalu mengunggah makna itilah  “bangsat” dengan mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Di KBBI, “bangsat” memiliki dua makna. Arti pertama adalah kepinding, kutu busuk.

Sedangkan kedua merujuk pada ungkapan orang yang bertabiat jahat, seperti suka mencuri dan mencopet.

Wakil Ketua KPI Pusat Mulyo Hadi Purnomo merespons unggahan Joko.

Menurut Mulyo, untuk memahami istilah itu perlu dilihat konteksnya. Jika digigit bangsat, konteksnya ke arah kutu busuk.

“Namun kalau diucapkan dengan intonasi tertentu, maka bangsat dikenal sebagai kata umpatan yang kasar. Jangan ambil dari kamus, karena dari sana itu netral,” katanya. pbn

Editor : Suci Irawati

Tinggalkan Komentar