KatusbaNews

Hadapi Pandemi, Kaum Muda Galang Gerakan ‘Sumedang Melawan Corona’

Bagikan:

KatusbaNews | Meluasnya pandemi corona telah memicu keresahan warga Kabupaten Sumedang. Hal ini mendorong Lotuz dan teman-temannya untuk menggalang solidaritas dalam gerakan ‘Sumedang Melawan Corona’.

Menurut Lotuz, ini merupakan gerakan responsif untuk menjawab tantangan merebaknya pandemi Corona di Kabupaten Sumedang.

“Ini juga jadi momentum terbaik dalam mengkolektifkan semua potensi di Sumedang, yang mungkin selama ini sangat berceceran,” katanya, Selasa (7/4/2020).

Dalam situasi ini, lanjut Lotuz, semua pihak tak bisa saling menyalahkan. Namun sebaliknya, semua elemen harus saling menguatkan dan berkolaborasi bahu membahu menghadapi situasi ekstrem seperti sekarang.

“Hal yang paling kita khawatirkan adalah minimnya fasilitas medis di setiap titik lokasi daerah kesehatan, dan terjadinya kesulitan ekonomi sehingga warga sulit mendapatkan bahan pangan,” ungkapnya.

Kedua hal tersebut menjadi titik fokus gerakan kemanusiaan dalam memadukan kekuatan dalam berkontribusi langsung pada warga yang membutuhkan bantuan.

“Bisa jadi, korban dari situasi pandemi ini lebih banyak dari perkiraan,” sambung Lotuz.

Disebutkannya, hingga saat ini panitia yang terdiri dari generasi muda berjumlah kurang lebih 50 orang. Semuanya tergabung melalui komunikasi langsung antarkomunitas maupun person yang memang sudah dikenal, hingga melebar jadi jaringan yang terdiri dari bebagai kalangan.

“Untuk teknis pembagiannya, kita bagi di tiap lokasi maksimal 4 orang untuk mendistribusikan secara serentak. Jadi, hanya dibutuhkan waktu 2 jam untuk distribusi di 15 lokasi yang berbeda dengan total distribusi sekitar 700 paket pangan,” paparnya.

Pembagian ini dilakukan di jalan dan dari rumah ke rumah, terutama diperuntukkan bagi buruh pekerja harian, kalangan jompo, yatim, fakir miskin, dan masyarakat yang tidak dapat bantuan sama sekali dari pemerintah.

Lotuz berharap agar para pasien yang terinfeksi virus Covid-19 lekas sembuh, dan situasi kembali normal.

“Semoga kita generasi muda bisa terus berkontribusi untuk kota dan masyarakatnya, bukan sekedar eksistensi komunitas maupun pribadi, tapi memang panggilan nurani,” tandasnya. (*)