KatusbaNews

Jadi Kandidat Ketua, Rian: KNPI Sumedang Harus Jadi Inkubator Gagasan Inovatif

Bagikan:
Ryan

KatusbaNews| Di kalangan pegiat organisasi kepemudaan di Sumedang, Jawa Barat, nama Rian Syaifurakhman cukup dikenal. Saat ini Rian maju sebagai salah seorang calon ketua KNPI Sumedang Periode 2019-2022, melalui Musda KNPI Kabupaten Sumedang ke-XIII.

BACA JUGA:

Musda ke XIII, 6 Calon Ketua KNPI Sumedang Bakal Perebutkan 122 Suara

Debut Rian Syaifurakhman, S.Pd dalam organisasi kepemudaan dimulai saat masih duduk di bangku perkuliahan, yakni dengan bergabung pada himpunan mahasiswa Islam (HMI) dan berlanjut dengan terlibat aktif di berbagai organisasi profesi maupun kepemudaan, salah satunya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU).

Salah satu motivasinya mencalonkan diri sebagai ketua KNPI Kabupaten Sumedang adalah ingin berpartisipasi aktif dalam memajukan dinamika kepemudaan di Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, banyak hal yang harus diperbaiki dari sisi manajerial organisasi, agar KNPI bisa berfungsi optimal sebagai media pemberdayaan pemuda, sekaligus  sebagai daya dukung pembangunan di Kabupaten Sumedang.

“Kinerja KNPI saat ini masih jauh dari kata optimal. Parameternya bisa dilihat dari belum optimalnya pemberdayaan potensi kepemudaan di Kabupaten Sumedang,” katanya, Selasa 10/11/2019).

Padahal, lanjutnya, harusnya KNPI bisa me-leading dan berfungsi maksimal untuk hal tersebut.

Langkah yang telah ditempuh dalam mengkampanyekan dirinya sebagai kandidat Ketua KNPI Sumedang yakni dengan membangun komunikasi intensif dengan semua pemilik suara dalam konteks membangun kesamaan visi dan misi dalam memajukan KNPI

Rian yang saat ini bekerja sebagai perangkat desa/kaur tata usaha dan perencanaan, menyebutkan bahwa KNPI harus berperan sebagai inkubator gagasan positif dan inovatif yang berorientasi kepada kemajuan pemuda dan daerah.

“KNPI harus berfungsi media konstruktif bagi pembangunan dan pemberdayaan kepemudaan di Sumedang, sekaligus menjadi mitra strategis yang efektif bagi pemerintah dalam pembangunan dan pemberdayaan pemuda di Sumedang, yang pada tahap selanjutnya bisa menjadi daya dukung bagi terciptanya kemajuan daerah sumedang,” ucapnya.

Rian membenarkan bahwa saat ini di Sumedang belum terdapat peraturan kepemudaan (perda) tentang kepemudaan.

“Kalaupun mau dibuat perda, harus selaras dan senapas dengan kebutuhan untuk menumbuhkembangkan potensi pemuda, sekaligus jadi regulasi yang berdaya paksa, agar pemerintah bisa memberikan perhatian dan fasilitasi lebih kepada pemuda untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya,”katanya.

Dia berpendapat, upaya yang dilakukan agar perda dapat terwujud adalah dengan mendorong secara politis melalui media KNPI sebagai stakeholder di bidang kepemudaan kepada pemerintah.

“Termasuk membangun kesadaran bersama di kalangan seluruh potensi kepemudaan tentang arti pentingnya regulasi kepemudaan bagi pembangunan potensi kepemudaan di kabupaten sumedang” pungkasnya. (*)

Editor : Suci Irawati