KatusbaNews

Ketua KPU Banjarmasin Dipecat Gegara Cabuli Sesama Jenis

Bagikan:
Ilustrasi

KatusbaNews | Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memecat Gusti Makmur, Ketua KPU Banjarmasin yang juga Anggota Fatwa MUI Banjarmasin. Dia terbukti kerap mencabuli sesama jenis berusia remaja.

“Menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu Gusti Makmur selaku Ketua merangkap Anggota Komisi Pemilihan Umum Kota Banjarmasin sejak putusan ini dibacakan,” kata majelis hakim DKPP yang diketuai Muhammad, Rabu (11/3/2020)

Anggota majelis adalah Alfitra Salam, Teguh Prasetyo, Ida Budhiati, Hasyim Asy’ari, dan Rahmat Bagja. Majelis memaparkan kesalahan Gusti Makmur yang memiliki penyimpangan seksual, yakni berorientasi pada sesama jenis/gay.

Salah satu faktanya adalah ketika Gusti Makmur memenuhi undangan MUI di sebuah hotel di Banjarbaru pada 25 Desember 2019.

Saat itu Gusti bertemu seorang remaja laki-laki di toilet hotel. Dalam pertemuan itu, keduanya berkenalan dan Gusti meminta nomor Hp. Gusti Makmur selanjutnya aktuf menghubungi melalui WhatsApp dengan panggilan ‘Say’, juga kerap mengirimkan pesan bersimbol ‘kiss’.

“Teradu yang mempunyai latar belakang pendidikan agama dan pernah mengampu divisi bidang fatwa MUI Kota Banjarmasin sepatutnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukannya melakukan tindakan amoral yang meruntuhkan integritas, kredibilitas dan martabat penyelenggara Pemilu maupun lembaga publik dimana teradu pernah berkiprah sebelumnya,” kata majelis DKPP.

Perbuatan Gusti Makmur dinilai bisa menimbulkan keresahan sosial. Maka, majelis pun memutuskan memecat Gusti.

“Teradu terbukti melanggar Pasal 6 ayat (3) huruf c dan huruf f, Pasal 12 huruf a dan huruf b, dan Pasal 15 huruf a Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu,” ujar majelis DKPP.

Untuk proses pidananya, saat ini Gusti Makmur sudah ditahan aparat kepolisian dan akan segera diadili. (*)