KatusbaNews

Menag Fachrul Razi: Penceramah Jangan Bodohi Umat

Bagikan:
Menag Fachrul - katusba
Menag Fachrul Razi


KatusbaNews | Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi jengkel pada para pendakwah yang kerjanya membodohi umat. Dia minta agar para imam masjid tak menyampaikan dakwah yang isinya membodohi.

“Kalau umat dibikin bodoh, saya kadang suka marah. Sebagai contoh, misalnya saja saat terjadi bencana alam di Aceh. Kebetulan kan saya orang Aceh.”

“Lalu penceramah-penceramah itu dengan seenaknya mengatakan, kalau bencana itu (terjadi) karena orang Aceh banyak dosa, lalu dibalas oleh Tuhan. Dibunuh ratusan ribu orang, karena tanam ganja. Padahal, yang tanam ganja di gunung sana segelintir orang, sedangkan yang mati itu di pantai-pantai, ahli ibadah semua itu,” ungkap Fachrul, dalam sambutannya pada Kegiatan Lokakarya Peran dan Fungsi Imam Masjid di Hotel Best Western, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

“Kenapa sih dia gak cerita Aceh ini memang termasuk yang rawan gempa. Sebab di Aceh ada lempeng-lempeng buminya yang tumpang tindih satu sama lain dan sangat mudah berubah. Berbeda dengan misalnya Kalimantan, tidak ada lempeng-lempeng bumi yang dekat dengan pulau sehingga relatif lebih aman.”

“Namun begitu, sebagai hamba Tuhan, kita tentunya wajib berdoa mudah-mudahan tidak terulang kembali, dan semoga bencana ini cepat selesai. (Penyampaian) seperti itu artinya mencerdaskan umat kan, bukan membodohi umat,” katanya.

Fachrul juga mengimbau agar pendakwah mempelajari ilmu lainnya. Dia tak ingin pendakwah malah membuat jengkel umat, karena hanya menyampaikan berbagai materi yang sifatnya pembodohan.

“Atau belakangan ini ada juga omong tentang kemarau panjang. Penceramahnya bilang, ‘ini karena kita banyak membuat maksiat dikasih kemarau berkepanjangan’. Dalam hati saya, dia tau nggak kalau kemarau panjang 5 tahun sekali itu ada siklusnya?”

“Lalu, apa yang dilakukan pada era… dia sebut itu, tapi saya lupa, salah satu khalifah gitu ya, yang pertama dilakukan adalah mengumpulkan sejumlah alat musik dan membakar semuanya. Lah, ini mau ngajarin umat jadi bodoh ya? Dalam hati saya,” tutur Fachrul.

Fachrul menduga, bisa jadi itu dikaitkan dengan keyakinan bahwa masyarakat mungkin terlalu banyak main musik, jadi lupa ibadah.

“Kalau alat musik itu dianggap sebagai pembuat maksiat, Rhoma Irama marah banget. Jadi, umat jangan dibodohi lah. Cerita yang betul saja,” tutur Fachrul.

Fachrul menambahkan, sebaiknya penceramah mengatakan, walau begitu, masyarakat tetap diwajibkan berdoa pada Allah SWT, agar kemarau cepat selesai.

“Itulah yang nanti bukan membodohi umat. Saya kira, imam itu bisa membimbing jika ada yang seperti itu,” ucap Fachrul. drm

Editor : Suci Irawati