KatusbaNews

Mengenang Hari Kemerdekaan Negara Tetangga, Papua Nugini

Bagikan di:
Katusba.com | Papua Nugini
Warga Papua Merayakan Kemerdekaan. (foto dari Agenzia Fides)

KatusbaNews | Pasca memanasnya situasi di beberapa wilayah provinsi Papua Barat beberapa waktu lalu, tetangga dekatnya Papua Nugini kini tengah memperingati hari kemerdekaan tepatnya hari ini, 16 September.

Tepatnya 44 tahun yang lalu Papua Nugini mendapat kemerdekaan dari koloni Australia setelah selama kurang lebih 30 tahun berada dibawah kesatuan administrasi dan dilema antara Indonesia dan Australia pasca menyerahnya Jepang saat Perang Dunia 2.

Tanah Papua terutama Papua Nugini kerap mengalami perpindahan tangan dari penguasa ke penguasa. Pada tahun 1945, setelah kekalahan pihak poros fasis (Nazi-Italia-Jepang) oleh pihak sekutu pada perang dunia 2 Papua Nugini berada di bawah administrasi yang sama dengan Papua dibawah kepemimpinan pihak sekutu (pemenang Perang Dunia 2).

Namun, setelah melalui berbagai pertemuan dan perjanjian antar pihak-pihak penguasa yang terkait, Papua Nugini akhirnya ditempatkan di dalam sistem perwalian Internasional pada tahun 1951 dan terciptanya sistem pemerintahan yang mengatur soal sistem pelayanan masyarakat, pemerintahan lokal dan hukum.

Orang yang ditunjuk untuk memimpin Papua Nugini kala itu adalah Donald Cleland, mantan kepala pengatur suplai/pasokan logistik tentara sekutu saat perang dunia 2. Cleland ditunjuk sebagai orang yang mengatur wilayah Papua Nugini.

Meskipun Cleland telah memimpin Papua Nugini sampai tahun 1975 hingga akhir hayatnya, pada tahun 1972 dibentuk sebuah kabinet yang memiliki visi untuk memerdekakan Papua Nugini. Kabinet tersebut dipimpin oleh Michael Somare.

Hanya setahun setelah dibentuknya kabinet tersebut, Papua Nugini berhasil menjadi wilayah otonom pada 1 Desember 1973 dan merdeka pada 16 September 1975 hanya sebulan setelah Cleland menghembuskan nafas terakhirnya. lha

Editor: Ghivarra Senandika Rushdie

Ghivarra Senandika Rushdie
Ghivarra Senandika Rushdie
"Bersikap adil semenjak masih dalam pikiran" -Pramoedya Ananta Toer [email protected]

Tinggalkan Komentar