KatusbaNews

Meski Lapak Dewi di Pasar Sumedang Sepi, Semangatnya Tetap Menyala

Bagikan:

KatusbaNews | Seusai direhab, belakangan ini Pasar Inpres Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terlihat sepi pengunjung. Dewi (45) seorang pengusaha jasa penyepuhan perhiasan yang mengaku sudah buka usaha sekitar 20 tahun, mengungkapkan omset usahanya kini terjun bebas.

Maka, selain buka usaha jasa penyepuhan, kini dia juga berjualan tas sekolah, sepatu, dan sandal.

“Dulu banyak peminatnya, pembeli juga. Sekarang menurun jauh dari target. Dalam tiga tahun terakhir terus-terusan nutup modal dari harta yang ada, akhirnya ya habis” tuturnya (12/12/2020).

Saat ini, menurut Dewi, untuk mendapatkan keuntungan Rp50 saja harus menunggu beberapa hari. Sedangkan dulu, omzetnya/hari bisa mencapai Rp5 jutaan.

“Sekarang mah bisa makan untuk sehari saja saya Alhamdulillah. Sekarang mah lebih besar pasak daripada tiang,” sambungnya.

Dewi mengaku sering juga mendapat keluhan dari teman-temannya yang merupakan sesama penjual dari berbagai jenis barang atau makanan. Salah satu faktor yang mempengaruhi penjualannya saat ini adalah tata letak lapakpenjual.

“Dulu itu yang berjualan ngumpul, jadi pengunjung bisa memilih, tapi di satu titik. Tidak seperti sekarang. Ada yang berjualan di depan pasar, di dalam pasar, di belakang juga. Jadi pengunjung cape kalo mau belanja,” ungkapnya.

Disebutkan Dewi, media sosial yang kini dipenuhi online shop juga menjadi faktor lain pasar sepi pengunjung. Karena dengan belanja online, masyarakat tak perlu datang ke pasar, hanya tinggal memilih barang yang disukainya.

“Ini kios-kios di atas pernah digratiskan, supaya banyak yang ngisi. Tapi tetap saja tidak ada yang mengisi. Karena memang saat ini online shop sudah banyak, kan pembeli maunya yang praktis dan murah,” tuturnya.

Meski begitu, Dewi tak patah semangat. Dia terus menawarkan jasanya, buka toko setiap hari, bahkan sampai pindah-pindah lokasi. Itu merupakan cara yang dilakukannya agar pelanggan terus bertambah. (*)