KatusbaNews

Ngomong Tak Senonoh di Hadapan Pengunjuk Rasa, Anggota DPRD Ini Viral

Bagikan di:
Tangkapan layar video

KatusbaNews | Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Muh Siddiq BM, sempat mengucapkan kata tak senonoh pada pengunjuk rasa di Kantor DPRD, Selasa (5/11/2019) lalu. Adegan ini terekam, dan videonya viral di media sosial.

Video berdurasi 1 menit 42 itu diunggah Ayhu Pratiwi di akun Facebook-nya.

Dalam tayangan, tampak dialog antara Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Ryan Adam dan anggota DPRD Luwu Timur, termasuk Muh Siddiq BM, yang juga merupakan politikus Partai Nasdem.

Dalam dialog tersebut, Siddiq menyampaikan penjelasan pada pengunjuk rasa. Sempat terjadi perdebatan alot antara korlap aksi dengan Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur. 

Perdebatan memanas, hingga Muh Siddiq BM mengeluarkan nada tinggi. Lalu di menit 1:25, Muh Siddiq meluncurkan kata-kata tak pantas.  Ucapan Muh Siddiq itu direspons beragam komentar oleh netizen.

Sebagian besar netizen menilai kata-kata Muh Siddiq tak pantas dilontarkan wakil rakyat, dan sama sekali tidak beretika.

“Sangat disayangkan. Mestinya kalau ada masalah, kita sama-sama luruskan, tidak dengan memaki, terlebih sampai mengeluarkan kalimat yang tidak etis sebagai seorang wakil rakyat,” kata Ryan, Kamis (7/11/2019).

“Di awal diskusi, semuanya berjalan baik-baik saja. Namun ketika saya berpendapat, mungkin kurang rasional di pikirannya. Sehingga kalimat itupun keluar. Jelas ini sangat memalukan apalagi beberapa rekan, ada yang live di medsos” tambah Ryan.

Aksi mahasiswa itu terkait pungutan siswa hingga guru honorer. Menurut Ryan, berdasarkan Permendikbud Nomor 75 tahun 2016, Komite sekolah boleh saja meminta sumbangan, tetapi bukan pungutan.

 “Soal penghapusan pungutan, saya memang lantang bersuara. Soalnya pungutan itu wajib dihapus, karena ada patokan nominal dan waktu di dalamnya, yang secara otamatis memberatkan para orang tua siswa, maka dari itu sebaiknya diganti dengan sumbangan,” kata Ryan.

“Saya tegaskan ya, sumbangan itu bukan pungutan. Nah, usulan inilah yang jadi pemicu, sehingga ketua komite dengan nada keras mengeluarkan kalimat yang tidak etis itu,” imbuhnya. suc

Editor: Reza Hamdani Rohmawan

Tinggalkan Komentar