KatusbaNews

Pidato Mendikbud Bikin Baper, Ganjar Pranowo Ajak Netizen Lakukan Ini

Bagikan:
Nadiem Makarim

KatusbaNews | Salinan naskah pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang akan disampaikan pada Hari Guru Nasional pada 25 November mendatang, sudah viral di ranah maya.

Isi pidato tersebut mencerminkan suport dan kepahaman Mendikbud terhadap tugas guru yang berat dan penuh tantangan.

“Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan,” demikian di antaranya, kutipan naskah pidato tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui aku twitter @ganjarpranowo memamerkan salinan pidato itu, dan mengajak warganet untuk membaca baik-baik.

“Simak baik2 isinya! Apa komentarmu?” tulis Ganjar.

Warganet menyambut dengan beragam komentar. Sebagian besar kepincut dengan isi pidato tersebut, bahkan para komentator berterus terang jadi baper dan terharu.

“Dari 5 poin perubahan yg diminta, poin ke-4 bikin terharu banget. Krn selama ini siswa yg kurang percaya diri malah dibully, dikucilkan, trs bullying-nya ga dianggap sbg masalah. Semoga semua guru bisa amanah menjalankan 5 pon td,” tulis Sasa Truna.

“Inilah kebijakan yang selama ini kutunggu. Aku bukan guru, aku ayah dari 2 anak yang masih sekoah. Salah satunya disleksia dan butuh penanganan tersendiri. Guru-gurunya paham cara penanganannya, tapi terhalang aturan. Terimakasih Mas Menteri,” sebut arif b santoso.

Ini isi lengkap naskah pidato Mendikbud:

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Shalom,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Rahayu,

Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas

– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.

– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.

– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,

#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuhShalom, Om Santi Santi Santi Om, Namo Buddhaya, Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Editor : Suci Irawati