KatusbaNews

Soal Jabatan Presiden 1 Periode, PKS: Usulan Liar!

Bagikan di:

KatusbaNews | Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengomentari gagasan Politikus PSI Tsamara Amany sebagai hal yang baik, namun liar.

Sebelumnya, Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany mengusulkan masa jabatan presiden jadi 1 periode.

Menurut Mardani, ide yang diajukan Tsamara terbilang bagus. Tetapi usulan tersebut tidak menarik untuk dilakukan saat ini.

“Idenya memang baik ya, tapi waktunya buruk. Sebetulnya satu kali masa jabatan untuk delapan tahun juga boleh. Tapi kan sekarang ini posisi oposisi lemah dan koalisi begitu super, maka ide ini bisa liar. Saya berpendapat, ya tidak ada perubahan,” katanya Sabtu (23/11/2019).

Dia menilai masa jabatan presiden selama 5 tahun, dan bisa 2 periode, sudah tepat. Maka, menurutnya, amandemen itu tidaklah perlu.

Jika PKS tak lagi jadi oposisi, maka harus ada desain konsolidasi demokrasi yang substansial untuk penyesuaian masa jabatan presiden selama 7-8 tahun per satu periode.

Di matanya, ide ini baik, tapi waktunya buruk. Pasalnya, hal tersebut berkaitan dengan desain pemerintahan yang sentralistis atau desentralistis, juga kaitan dengan UU Pemilu, UU Pilkada, UU Partai Politik dan UU Ormas. Semua membangun infrastruktur dan ekosistem demokrasi.

Menurut Mardani, sangat mendesak untuk dilakukan penggodokan undang-undang, karena Indonesia memiliki darurat demokrasi.

“Mesti dan memang harus segera. Karena kita kan punya darurat demokrasi. Revisi itu kalau konsepnya satu per satu, gitu ya. Sedangkan kalau pola omnibus law bisa berbarengan dalam satu paket,” ucapnya.

Dia meyakini jika konsolidasi demokrasi itu sangat penting demi meraih kesejahteraan dan keadilan sosial.

“Demokrasi itu kan bukan cuma sarana, tapi juga karakter pembangunan kita. Pastilah harus selaras antara demokrasi dan kesejahteraan sosial kita,” sebutnya. (*)

Editor : Suci Irawati

Dina Rizqiana
Dina Rizqiana
Senang menulis dan jalan-jalan.

Tinggalkan Komentar