KatusbaNews

Terkuak! Begini Akal-akalan Peserta BPJS yang Bisa Bikin Gulung Tikar

Bagikan di:
Katusba.com | Isu kenaikan BPJS
Ilustrasi. net/katusba.com

KatusbaNews | – Kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi semua peserta sudah tak bisa ditawar-tawar lagi. Walau sempat menuai protes, kenaikan tetap akan dilaksanakan.

Belakangan tersibak pihak yang memantik terjadinya defisit BPJS Kesehatan.

Diketahui sebelumnya, iuran BPJS terpaksa naik lantaran muncul defisit berjumlah triliunan. Lalu, siapa yang memicu defisit tersebut?

Menurut Menkeu Sri Mulyani, pemicu utama munculnya defisit adalah besaran iuran yang underpriced dan adverse selection pada PBPU atau peserta mandiri.

Tak sedikit peserta mandiri yang hanya membayar iuran saat sakit dan sedang memerlukan layanan kesehatan yang mahal.

“Namun, setelah sembuh, tak mau lagi membayar iuran. Selain itu, banyak juga peserta mandiri yang tidak disiplin membayar iuran,” tulis Sri Mulyani, Minggu (15/9/2019).

Sri juga menerangkan, di akhir tahun anggaran 2018, tingkat keaktifan peserta mandiri hanyalah 53,7 persen. Terhitung 2016 hingga 2018, besar tunggakan PBPU/peserta mandiri ini mencapai Rp15 triliun.

Sedangkan total klaim peserta mandiri mencapai Rp27,9 triliun,  sementara total iuran yang terkumpul hanyalah Rp8,9 triliun.

Selain penyebab-penyebab ini, menurut Sri, terdapat faktor-faktor penghambat lainnya, seperti inefisiensi layanan, juga manajemen klain dan strategic purchasing yang belum sempurna. ahn

Editor : Suci Irawati

Tinggalkan Komentar