KatusbaNews

Ubah Pola, Pengguna Narkoba di Malaysia Kini Bukan Pelaku Kriminal

Bagikan di:

Katusba.com | Narkoba

KatusbaNews | Memberantas penggunaan narkoba memang tidak mudah. Kadang dibutuhkan perubahan strategi agar upaya ini berjalan efektif.

Pemerintah Malaysia misalnya. Negeri Jiran ini telah mengubah pendekatan penanganan masalah narkoba secara radikal.

Selama 40 tahun, Malaysia dikenal sangat berani dalam mengimplementasikan sanksi sangat berat bagi pelanggar penggunaan narkoba. Namun kini, Malaysia telah melakukan dekriminalisasi.

Dasar pertimbangannya adalah karena pengguna narkoba bisa turut menyebarkan HIV, Hepatitis C dan Tuberculosis.

“Kini, pengguna narkoba tak harus dipandang sebagai kriminalis,” kata Nurul Izzah Anwar, politisi partai berkuasa Pakatan, yang mengagas perubahan ini.

Jauh lebih penting, katanya, melihat pengguna narkoba sebagai seseorang yang sedang menderita suatu penyakit.

Nurul Izzah Anwar juga mengatakan bahwa 50% narapidana di Malaysia merupakan pemakai narkoba.

Malaysia kini memiliki fasilitas mobil methadone yang disediakan Pemerintah, dan jadi bagian dari ikhtiar agar pemakai narkoba tak lagi dikategorikan sebagai tindak kriminal yang serius.

Mobil itu diparkirkan di halaman masjid untuk proses pemutusan ketergantungan narkoba, dan dilakukan sosialisasi melalui pendekatan agama.

Senada dengan Nurul, Menteri Hukum Liew Vui Keong mengatakan, upaya ini sudah mendapat dukungan kabinet dan PM Mahathir Mohammad.

“Pengguna narkoba itu sebetulnya tidak perlu dipenjarakan, karena yang mereka butuhkan adalah perawatan medis,” kata Liew.

Dia pun menyebutkan, 56% penghuni penjara di malaysia adalah pengguna narkoba.

“Setelah dibebaskan, sebagian besar di antaranya melakukan pelanggaran lagi, karena adanya penolakan dari masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, hukuman untuk pelanggar narkoba di Malaysia merupakan yang terberat di dunia. Pemilik 200 gram kanabis, 40 gram kokain, atau 15 gram heroin atau morfin bisa dijatuhi hukuman mati.

Walau begitu, menurut Liew Vui Keong, bukan berarti pengedar narkoba sekarang ini akan dibebaskan dari hukuman. Pengedar narkoba masih menghadapi ancaman hukuman mati. rad

Tinggalkan Komentar