KatusbaNews

Viral, Penyanyi The Voice Indonesia 2019 Aniaya Ibu Kandung

Bagikan:

KatusbaNews | Tayangan video peserta audisi pencarian bakat The Voice Indonesia tahun 2019, Trianetha Henuk asal Kupang yang melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri, viral di media sosial. Parahnya Trianetha menghajar ibunya secara bertubi-tubi, dengan tendangan dan pukulan.

Ibunda pelaku adalah Aplonia Henuk. Dalam video berdurasi 24 detik itu, tampak sang ibu terus menyuruh si anak untuk memukulnya sambil menangis. Trianetha yang mengenakan baju dan celana putih pun menghampiri ibunya yang duduk di lantai, lalu menendangi tubuh dan memukul kepalanya.

Pemilik akun @sarisauna menggunggah video peristiwa penganiayaan ini di akun Twitternya.

Netizen mengecam perilaku Trianetha terhadap ibunya. Sebagian minta agar penyanyi tersebut dilaporkan ke polisi. Ada juga yang minta agar manajemen audisi The Voice Indonesia tahun 2019 untuk mengeliminasi Trianetha dari ajang pencarian bakat yang ditayangkan di salah satu televisi swasta tersebut.

Trianetha sendiri sudah dijemput Kepolisian Resor Kupang di rumahnya, di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, untuk diperiksa secara intensif, Rabu (26/2/2020).

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Johannes Bangun menyampaikan, peristiwa pemukulan itu berawal dari pelaku yang mau pergi ke Kupang hari itu. Pelaku minta pada sang ibu untuk menyiapkan bajunya yang mau dipakai. Tetapi ibunya minta pada pelaku agar mau bersabar karena belum selesai memasak.

Kesal menunggu, pelaku akhirnya marah-marah dan terjadilah pertengkaran antara ibu dan anak. Puncaknya, pelaku menganiaya korban.

Tak tega melihat ibunya dipukuli, adik pelaku berlari ke luar rumah memanggil tetangga, untuk melerai pertengkaran tersebut.

 

“Seorang saksi lalu merekam kejadian itu menggunakan handphone, dan memviralkannya di media sosial. Menurut para tetangga, kejadian seperti itu sudah berulangkali terjadi,” kata Johannes Bangun.

Dikatakan Johannes, pelaku kini diperiksa Unit PPA Polres Kupang. “Sudah ditangkap dan diperiksa oleh Polres Kupang Kabupaten. Tetap dijadikan tersangka meskipun kategori anak, karena memenuhi unsur dan pelaku sudah mengakui perbuatannya,” katanya (*)