KatusbaNews

William Aditya Sarana Dinyatakan Langgar Kode Etik DPRD DKI

Bagikan di:
William Aditya Sarana

KatusbaNews | William Aditya Sarana dinyatakan bersalah melanggar kode etik oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta. BK menyatakan politikus PSI itu melakukan kesalahan ringan ketika mengunggah anggaran lem Aibon Rp8,2 miliar milik Pemprov DKI.

William telah melanggar Keputusan Dewan Nomor 34 Tahun 2006 tentang Kode Etik DPRD DKI Pasal 13 ayat 2. Pasal tersebut berbunyi: Anggota DPRD DKI Wajib bersikap kritis, adil, profesional dan proporsional dalam melakukan kemitraan kepada eksekutif.

Sanksi yang akan diterima William adalah teguran, karena tergolong kesalahan ringan.

“Kalau dianggap kekeliruan, ya itu kekeliruan ringan. Ini berlaku untuk semua ya, termasuk saya,” kata Ketua BK DPRD DKI Jakarta Achmad Nawawi, Jumat (28/11/2019).

BK memang setuju dengan sikap kritis William, namun dia dianggap tak mengindahkan unsur proporsional dan profesional.

“Tapi tidak kesalahan besar, kalau kritis wajib kita dukung, apresiasi,” kata Nawawi.

Menurut Nawawi, William adalah anggota Komisi A, bukan Komisi E, yang membidangi pendidikan. Hal yang disesalkan, kenapa persoalan ini bukan diangkat oleh Komisi E, padahal di komisi ini ada juga anggora dewan dari PSI.

Disebutkan, sebagai anggota DPRD, William semestinya bisa mengkonfirmasi pada pihak eksekutif soal itu. Apalagi, rencana yang diunggah masih bersifat sementara dan masih bisa berubah.

Sebelumnya, Sugiyanto, warga DKI, melaporkan William Aditya Sarana pada BK DPRD DKI Jakarta. Dia dianggap melanggar kode etik lantaran mengunggah KUA PPAS yang masih berupa rancangan. (*)

Editor : Suci Irawati

Dina Rizqiana
Dina Rizqiana
Senang menulis dan jalan-jalan.

Tinggalkan Komentar