KatusbaTechno

Diminta Bikin Twitter, Menteri PUPR Malah Pamer Ponsel Lawas Kesayangannya

Bagikan:
Sesama penggemar ponsel jadul

KatusbaTechno | Kesederhanaan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono sudah jadi rahasia umum. Ia bahkan begitu setia pada ponsel model lawas, yang hanya bisa digunakan untuk telepon dan SMS-an.

Basuki Hadimuljono dikenal punya banyak momen atraktif yang bikin netizen merasa terhibur. Karena tingkah menteri yang satu ini dinilai lucu, kocak, sederhana, dan apa adanya, seorang netizen meminta agar Basuki membuat akun Twitter pribadi.

Namun, permintaan itu langsung direspons admin Twitter @KemenPU dan menyebutkan bahwa hal itu tak mungkin. Soalnya, Basuki Hadimuljono masih menggunakan ponsel jadul dengan banyak tombol, dan belum akrab media sosial.

Pantaslah jika Menteri Keuangan Sri Mulyani berseloroh bahwa ‎satu-satunya menteri yang tidak punya WhatsApp adalah Basuki.

“Kalau ada SMS yang masuk ke ponsel saya, itu pasti dari Pak Basuki,” katanya.

Lucunya, ponsel milik Basuki Hadimuljono ini sama dengan yang dimiliki PM Belanda Mark Rutte. Alahamdulillah, Pak Menteri ada teman.

Dengan ceria, Basuki sempat berbagi cerita atas jasa-jasa sang ponsel jadul. Di antaranya, ketika alat komunikasi lawas itu berdering, dan minta dirinya menghadap ke istana.

“Pak Pratikno kan waktu itu menghubungi saya ke ponsel ini (jadul), waktu itu saya diminta ke istana pakai baju putih, untuk menghadap Pak Jokowi,” ujar Basuki, mengisahkan momen menjelang dilantik kembali jadi menteri PUPR.

Nokia Seri 216

Tak terpungkiri, kalau begitu, jasa-jasa Nokia hitam milik Basuki memang ajib.

Jika diamati, ponsel milik Basuki Hadimuljono merupakan merek Nokia seri 216.

Ponsel ini memiliki slot dual SIM card, dilengkapi layar 2,4 inci. Nokia seri 216 ini punya memori 16 MB plus baterai lepas pasang berpakasitas 1020 mAh.

Belakangan, Basuki mulai mempertimbangkan untuk melepas ponsel jadulnya, dan mulai pikir-pikir untuk menggunakan smartphone. Kira-kira, Pak menteri mau beli smartphone merk apa ya? ris

Editor : Suci Irawati