KatusbaScience

Heboh Monster Purba Raksasa Sepanjang 8.000 Km di Atlantik, Hoaks Atau Fakta?

Bagikan:
Foto hewan purba raksasa yang menghebohkan

KatusbaScience| Belakangan ini dunia maya dihebohkan dengan berita kemunculan hewan raksasa purba sepanjang 8.000 km yang tinggal di Samudra Atlantik. Terakhir, informasi ini diunggah akun Instagram pada Senin (9/12/2019).

Hewan raksasa purba ini disebut-sebut bernama SCP 169. Lalu, apakah informasi ini benar? Ataukah hoaks semata?

Bayangan hewan purba tersebut mulanya diposting akun Instagram bernama Search For Information, @search.inf. Unggahan dengan tanda like hingga puluhan ribu ini memperlihatkan siluet atau bayangan gelap yang tampak dari atas bumi. Posisi siluet itu di tengah-tengah Samudra Atlantik.

Unggahan itu memicu kehebohan, lantaran panjang hewan bernama SCP 169 ini sungguh fantastis, yakni setara 10 kali luas Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Akademisi Bidang Ilmu Biologi dan Bioteknologi Kelautan Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Boy Rahardjo Sidharta, menyebutkan bahwa informasi itu tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Menurutnya, dia sudah melakukan pelacakan ke berbagai sumber, termasuk khususnya SCP Foundation dan berbagai literatur lainnya. Dia memastikan tak pernah ada hewan raksasa semacam itu.

View this post on Instagram

Ya, hewan ini bernama SCP 169 yang dikenal juga dengan Leviathan. Kamu mungkin takkan pernah percaya ini, namun ukuran SCP 169 sungguh sangat besar. Bentang tubuhnya kira-kira 8 ribu kilometer. Ya, kilometer bukan meter. Kira-kira seluas Kepulauan Riau atau berkali-kalinya lebar kota Jakarta. Sangat tidak masuk akal memang ada makhluk sebesar ini, di samping tidak pernah adanya reportase soal itu.Tapi, beberapa peneliti mempercayai keberadaan monster ini dengan berbagai alasan. Dari berbagai artikel dan dokumen yang ada soal SCP 169, di sana diketahui jika ukuran makhluk ini sungguh luar biasa besar. Seperti yang disinggung sebelumnya, SCP 169 memiliki bentang tubuh yang sangat besar yakni sekitar 8 ribuan kilometer. Kalau diumpamakan seperti sebuah wilayah, SCP 169 sama seperti 10 kali ukuran Samarinda. SCP 169 diketahui tinggal di Samudera Atlantik yang berdekatan sisi dengan benua Amerika. SCP 169 diduga terus bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Pergerakannya sendiri sangatlah lamban. Hal ini cukup masuk akal mengingat ukuran SCP 169 yang terlampau besar. Sc: boombastis Follow ? @anehdidunia_ @anehdidunia_ . Tag Siapapun! . #anehdidunia_ #searchinformation #faktaunik #faktadunia #infodunia #infounik #beritadunia #followforfollowback #uptodateinfo #wowfaktavideo #wowfakta #kamuharustahu #videoheboh #keren #cnnnews #infoheboh #indozone #lagiviral #faktadanmitos #infia #indonesia #follow4followback #wowrame #viralbanget #kamuharustau #netizen #ramebareng #dagelan #kerenabis #infiafact

A post shared by Search For Information ? (@search.inf) on

“Di situs resmi SCP Foundation sendiri muncul kata kunci. Ternyata mereka adalah kumpulan paranormal, jadi tidak berdasarkan temuan ilmiah,” ungkap Boy yang juga Kepala Laboratorium Teknobio-Industri, Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini.

SCP Foundation juga merupakan komunitas yang fokus pada tema cerita fantastis, bukan ilmiah.

Saat mencermati YouTube-nya, Boy sendiri mengaku sempat terkesima.

“Kata-katanya sangat ilmiah dan meyakinkan, padahal konten tidak berlandaskan sumber ilmiah terpercaya,” sebutnya.

Dikatakan Boy, isu soal monster laut memang banyak menarik perhatian pembaca, karena manusia memang belum tahu isi laut secara menyeluruh dan mendalam.

“Untuk itu, sebaiknya pembaca tidak mudah terjebak pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya. (*)

Editor: Reza Hamdani Rohmawan