Kategori: KatusbaTravels

Gelar HardFest Pesona Jatigede 2020, Sumedang Bidik Status KEK

Bagikan:
Dony Ahmad Munir

KatusbaNews | Mengambil venue di Kawasan Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, HardFest Pesona Jatigede 2020 yang digelar pada 25-26 April 2020 mendatang dipastikan bakal lebih meriah. Beragam potensi Sumedang akan tampil sebagai daya tarik pariwisata Kota Tahu ini.

“HardFest Pesona Jatigede keempat ini lebih meriah. Semua kekayaan dan potensi pariwisata Sumedang akan ditampilkan. Ini sebagai penegasan betapa potensialnya beragam produk pariwisata dan ekonomi kreatif di sini. Kami terus mendorong Kawasan Waduk Jatigede sebagai KEK Pariwisata,” ungkap Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Sabtu (15/2/2020).

Selain punya alam dan budaya eksotis, Sumedang juga memiliki industri ekonomi kreatif kompetitif dari lini kuliner, ukiran kayu/meubel, kaos kaki, boneka, hingga sepatu rajutan.

Kehadiran HardFest Jatigede ke-4 ini memang sekaligus jadi ajang kampanye Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Jatigede.

Demi memuluskan skenario pengajuan KEK Pariwisata Jatigede, berbagai ikhtiar sudah dilakukan Sumedang. Selain memenuhi tahap administrasi, juga telah menggadeng Indonesia Tourism Development Cooperation (ITDC).

Dikatakan Dony, Jatigede menggunakan KEK Pariwisata Mandalika, Nusa Tenggara Barat sebagai rujukannya.

“Penetapan status KEK Pariwisata memberikan banyak keuntungan bagi daerah,” sambungnya.

“Perkembangannya hingga sejauh ini sangat positif. Kami optimis KEK Pariwisata Jatigede bisa ditetapkan secepatnya. Jika status KEK sudah didapat, maka pengembangan pariwisata di Jatigede akan semakin bagus,” ucap Dony.

Menurut Dony, ada banyak keuntungan yang didapat daerah, khususnya bagi masyarakat, jika sudah mendapatkan status KEK.

“Tentu di situ ada ekonomi dan kesejahteraan,” katanya.

Hingga awal Januari 2020, Indonesia memiliki 15 wilayah dengan status KEK. Untuk komposisinya ada 6 KEK Pariwisata dan 9 KEK Industrinya. Selain Mandalika, slot KEK Pariwisata diisi oleh Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), dan Morotai (Maluku Utara). Ada juga KEK Pariwisata Likupang (Sulawesi Utara) hingga Singhasari (Jawa Timur).

Setelah menyandang status KEK, pergerakan progresif KEK Pariwisata dan Industri langsung terlihat. Dari total 15 KEK, sebanyak 73% sudah beroperasi dan mendapatkan aliran investasi. Hingga akhir 2019, aliran investasinya mencapai Rp22,2 Triliun. Semakin tinggi tingkat kompetisinya, KEK tersebut memiliki kemampuan serapan tenaga kerja hingga mencapai 8.686 orang. (*)

Dina Rizqiana

Berita Terbaru

Daya Tular Corona Bakal Melemah di Musim Panas, Betul Gak Sih?

KatusbaNews | Muncul di akhir tahun 2019, kasus Covid-19 meluas begitu cepat. Hingga 29 Maret 2020, laman www.worldometers.info/coronavirus/ melaporkan terdapat…

30 Maret 2020

Jatuh di Filipina, 8 Penumpang Pesawat Lionair Tewas

KatusbaNews | Pesawat Lionair terbakar saat lepas landas dan menewaskan 8 orang. Pesawat komersial milik maskapai yang berbasis di Filipina…

30 Maret 2020

Parah! Begini Dampak Lockdown Total di India

KatusbaNews | Kebijakan lockdown total yang diberlakukan pemerintah India berdampak kekacauan. Hampur semua bisnis ditutup dan pertemuan publik ditiadakan. Warga…

29 Maret 2020

Jus Kulit Jeruk Bisa Tangkal Corona? Ini Kata Peneliti

KatusbaNews | Senyawa penangkal virus corona ternyata terdapat pada kulit jeruk. Hal ini disampaikan oleh tim peneliti dari IPB dan…

29 Maret 2020

Italia Catatkan Jumlah Kematian Tertinggi Akibat Corona

KatusbaNews| Virus corona meluluhlantakkan Italia. Lebih lebih dari 10.000 warganya meninggal dunia gara-gara virus ini, walaupun sudah melakukan lockdown selama…

29 Maret 2020

Tingkat Kematian Covid-19 di Jerman Rendah, Ternyata Ini Penyebabnya

KatusbaTechno | Dengan jumlah kasus sebanyak 47.373,  Jerman jadi negara dengan kasus Covid-19 peringkat lima di dunia, setelah Spanyol (64.059…

29 Maret 2020