KatusbaFoods

Ikan Penis, Sajian Unik Bercita Rasa Kenyal-kenyal Sedap

Bagikan di:
Ikan penis

KatusbaFoods | Punya nama latin Urechis Unicinctus, ikan jenis ini disebut juga cacing penis, ikan penis,  atau cacing sendok. Hewan laut ini banyak ditemukan di pesisir pantai di China, Korea, Jepang hingga Pantai Barat Amerika Utara.

Sesuai dengan sebutannya, ikan penis memiliki bentuk seperti penis atau alat kelamin pria. Ikan ini memiliki panjang tubuh 10-30 sentimeter dengan bentuk silinder.

Ikan ‘kemaluan’ ini memiki warna coklat kekuningan. Namun, ada juga yang memiliki warna kemerahan. Seluruh bagian permukaan tubuhnya berlapis papilla kecil dengan tekstur agak kasar. Sekilas, tekstur kulitnya menyerupai lidah kucing yang kasar.

Baru-baru ini, ribuan ikan penis terdampar di sepanjang garis pantai California. Ternyata, ikan panjang yang menyerupai alat kelamin pria ini sedap dimakan. Penasaran kan, rasanya kayak apa?

Ikan unik ini banyak disantap di beberapa negara. Masyarakat Korea menggemari ikan ini dalam dalam keadaan segar dan mentah. Dinamaki ‘gaebul’, sajian ini sebenarnya tergolong makanan ekstrem.

Gaebul biasanya disajikan dengan tambahan garam, jahe, minyak wijen dan gochujang. Semakin segar ikannya, maka cita rasanya pun semakin sedap dan gurih.

Tak heran jika koki kerap menyajikan ikan penis dalam keadaan masih menggeliat-geliat di atas piring. Sedangkan masyarakat Cina lebih suka menambahkan sayuran ke dalam sajian ikan penis ini.

Ikan ini juga bisa berfungsi sebagai penyedap. Para ahli masakan senang mengeringkan ikan ini dan menghaluskannya untuk dijadikan bumbu penyedap rasa

Selain jadi bahan masakan, para pemancing biasa menggunakan ikan penis sebagai umpan. Ikan berukuran kecil terbukti disukai ikan-ikan di laut. Mereka lebih mudah terpancing dengan anak ikan penis.

Ikan penis senang berdiam di dalam pasir dengan cara menggali menggunakan tubuhnya. Mereka senang hidup berkelompok. Maka, jika di satu area ditemukan ikan penis, bisa dipastikan ‘teman-temannya’ ada di sekitar situ. Berani mecoba? (*)

Editor : Suci Irawati

Rosanti
Rosanti
Penulis yang serius tapi santai.

Tinggalkan Komentar