KatusbaFoods

Walau Mahal, Keju Belatung Ini Sangat Digemari, Kok Bisa?

Bagikan di:

Katusba.com | Keju Belatung Hidup
Casu Marzu. net/katusba.com

KatusbaFoods | — Keju memang lezat dan gurih. Tak heran jika banyak orang menggemarinya. Tapi, bagaimana dengan keju belatung hidup?

Keju yang satu ini memang beda. Harganya pun selangit. Tapi, biarpun harganya mahal kebangetan, penyukanya berjibun.

Casu marzu, begitulah nama keju ini. Menu ini tersaji dalam kondisi berselimut belatung. Tak sekedar tersaji, keju tua ini pun dimakan dengan belatungnya sekalian, dalam kondisi hidup.

Keju casu marzu pernah dicap sebagai keju paling berbahaya. Jenis keju ilegal ini pertama kali ditemukan di Sardinia, Italia. Terbuat dari susu domba dan dipenuhi kawanan belatung.

Karena ada risiko kesehatan jika mengonsumsinya, Uni Eropa melarang peredaran keju ini. Namun, diam-diam, penyukanya masih bisa mendapakannya di pasar gelap Eropa.

Dikutip dari Huffington Post, casu marzu yang dibandrol Rp700 ribu hingga Rp1 juta ini diolah selama beberapa bulan.

Mulanya dibuat dulu keju tradisional bernama pecorino dari susu domba, lalu diawetkan selama tiga pekan.

Selanjutnya, bagian yang mengeras dipotong lalu didiamkan selama beberapa pekan lagi. Saat itulah lalat mulai berdatangan dan berkembang biak di atas keju. Muncul pula larva-larva.

Ketika keju yang membusuk masuk ke perut larva, di situlah akan dihasilkan rasa dan tekstur keju baru yang sangat eksotis.

Konon, keju casu marzu bakal lebih lezat dimakan saat belatungnya dalam kondisi hidup. Artinya, makhluk-makhluk kecil ini sedang sehat dan bisa melompat tinggi saat disentuh.

Keju belatung ini kerap tersaji bersama roti dan segelas red wine.  Banyak orang meyakini bahwa keju jenis ini memiliki fungsi aprosidiak atau makanan pembangkit gairah seksual. Mau mencoba? pra

Elsya Tri Ahaddini
Elsya Tri Ahaddini
Penulis yang sudah berpuluh-puluh tahun bergelut dengan pena dan inspirasi. Senang cappuccino dan menulis. [email protected]

Tinggalkan Komentar