News / Megapolitan

Yasonna Sebut Habib Rizieq Boleh Masuk RI, Munarman: Seperti Negara Abal-abal

Yasonna Sebut Habib Rizieq Boleh Masuk RI, Munarman: Seperti Negara Abal-abal

Megapolitan - Menkum HAM Yasonna H Laoly memastikan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab boleh kembali ke Indonesia kapan saja mau. Sementara Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif, menuding pemerintah kerap tidak bertanggung jawab.

"Biasalah, dari dulu mereka itu kan  lempar batu sembunyi tangan," kata Slamet, yang juga pengurus DPP FPI, Selasa (25/2/2020).

"Yasonna urusin saja tuh tuh tanggung jawabnya soal hilangnya Harun. Jangan mau mengalihkan ke urusan HRS," sambung Slamet.

Sekretaris Umum FPI Munarman pun mengomentari pernyataan Yasonna. Dia minta agar pemerintah tak hanya menyampaikan pernyataan di media.

"Ini seperti negara abal-abal saja. Berhenti sampai statement.... Seharusnya kan pemerintah itu nulis surat resmi ke kerajaan Saudi. Lalu nyatakan dalam surat bahwa pemerintah Indonesia mempersilakan Habib Rizieq pulang dan minta Kerajaan Saudi untuk clearance status Habib Rizieq," papar Munarman.

"Jadinya ya gak cukup dengan statement di media. Kalau cuma statement di media, dari dulu sudah banyak pernyataan pejabat tinggi di media. Buktikan ucapan dalam bentuk surat resmi biar bisa jadi pegangan Kerajaan Saudi," sebutnya.

Sebelumnya, Yasonna menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sama sekali tak mencekal Habib Rizieq Syihab untuk bisa kembali ke Tanah Air.

"Dalam sistem (Keimigrasian) free, ya. Anytime kalau beliau mau masuk (Indonesia), ya masuk saja," ucap Yasonna ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Disebutkan Yasonna, tak ada permintaan dari penegak hukum atau dari siapa saja ke Imigrasi yang menyebutkan HRS ditangkal ke Indonesia

"Sampai saat ini, kan pemerintah tidak ada melarang untuk kembali. Kalau mau kembali, ya kembali saja," tegasnya. (*)

Partner Ads Neo Katusba

Berita Terkait

Berita Populer

Tanggapan

Mengirim Komentar
Belum ada tanggapan untuk berita ini, berikan komentar anda dan jadilah yang pertama memberikan tanggapan!